Home / Sumsel / Ogan Ilir / Kekeringan OI, Sedot Air 500 Meter Untuk Siram Kebun

Kekeringan OI, Sedot Air 500 Meter Untuk Siram Kebun

Inderalaya, BP

Sejak beberapa bulan terakhir musim kemarau melanda wilayah di Kabupaten Ogan Ilir (OI), akibatnya banyak  kekeringan terjadi, petani pun  kesulitan mencari ikan atau mengolah sawah maupun kebunnya.

Seperti di kawasan  Tanjung Senai, yang merupakan Kawasan Perkantoran Terpadu (KPT) yang biasanya terlihat berada di tengah-tengah danau, saat ini justru yang terlihat hamparan kering tidak berair, bahkan tanahnya  ada yang mulai retak-retak

Beberapa warga memanfaatkan sisa kekeringan dengan mencari ikan menggunakan jala di daerah yang masih bersisa air. ’’Biaso kalau kemarau, ikan ngumpul di tempat yang masih ada airnya, lumayan lah dapat ikan sepat, betok, gabus, dan nila,” kata Samuin (27), petani asal Jawa yang hijrah ke  Inderalaya.

Beda dirasakan Jun (34), yang mengaku kesulitan dalam  mengolah kebun jagung, ketela, pepaya dan komoditas lainnya akibat dampak kemarau. ”Kami terpaksa menyedot air yang berjarak sekitar  300 meter hingga 500 meter, agar bisa menyiram kebun kami dengan air,’ ’katanya siang ini.

Pasalnya kalau tidak disiram, baik pagi maupun sore hari, tanaman palawija akan layu dan kering. ’’Kalau untuk semangka dan timun suri, memang cocok pada musim kemarau, tapi juga harus disiram air,” jelasnya.

Petani sawah bernama Waya mengaku khawatir padi yang ditanamnya bisa gagal panen, akibat kekurangan air. ’’Biasanya dalam satu hektar memperoleh sekitar satu ton padi, tapi kalau sawah ini  tidak ada air karena kemarau, biasanya hasil panen padi turun, akhirnya padi menjadi hampa alias kopong,’’ jelasnya. #hen

x

Jangan Lewatkan

Jalan di Sekitar Terminal Inderalaya Diperbaiki

Inderalaya, BP — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Pekerjaan Umum PU yang jatuh pada tanggal 3 Desember 2017 lalu, ...