Home / Palembang / Kekerasan dan Kejahatan Anak Masih Terjadi

Kekerasan dan Kejahatan Anak Masih Terjadi

Palembang, BP
Meski ada penurunan angka dari tahun lalu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Palembang mencatat angka kekerasan dan kejahatan yang dilakukan anak atau yang menimpa anak masih banyak ditemukan hingga pertengahan tahun ini.
Ketua KPID Kota Palembang Adi Sugandi mengatakan kasus kekerasan yang dilakukan kepada anak tercatat turun menjadi 35 kasus. Jauh turun dari catatan tahun lalu dengan rentang waktu yang sama mencapai ratusan kasus.
Walaupun ada penurunan jumlah kasus anak dan pelaku melawan hukum tapi jenis kasusnya beragam dan lebih banyak dari kasus tahun lalu misalnya pencurian, kekerasan, perampasan hingga kejahatan antar sesama anak.
Kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur menjadi laporan terbanyak kedua yang diterima KPAID Palembang. Tercatat ada 29 kasus kekerasan seksual umumnya dilakukan pasangan muda-mudi yang pacaran tapi kebablasan dengan alasan suka sama suka.
Kekerasan fisik menjadi laporan terbanyak selanjutanya yakni 16 kasus. Kekerasan ini menimpa anak yang dilakukan oleh guru terhadap murid, atau murid terhadap sesama murid.
“Biasanya ada guru yang tidak terkendali mengtontrol kemarahan mendidik siswa sehingga tidak sengaja mendidik dengan memukul atau menampar dan semuanya kita lakukan mediasi,” katanya.
Jika kasus kekerasan turun tapi kasus perebutan hak asuh anak karena perceraian orangtua justru meningkat. Sepanjang Juli saja tercatat ada 10 kasus perebutan hak anak asuh oleh orangtua karena motif ekonomi. Motifnya lagi-lagi soal ekonomi, ada pasangan yang belum siap sepenuhnya mengaruhi rumah tangga sehingga di tengah jalan bercerai dan hak asuh menjadi masalah dan lagi-lagi anak menjadi korban dalam hal ini.
Belum lagi kasus eksploitasi anak yang dilakukan orangtua karena motif ekonomi. Anak sengaja disuruh mengemis di jalanan karena pendapatan mengemis lebih besar daripada pendapatan orangtuaanya yang bekerja serabutan. Hal ini jelas salah dan menghilangkan hak anak. Anak seharusnya dilindungi dari hal-hal yang bisa menjerumuskan anak menjadi korban kekerasan atau pelaku kekerasan. Anak juga berhak dan diberikan kesempatan mengenyam pendidikan dengan program pendidikan 12 tahun.
” KPAID mengandeng pemerintah agar bisa memberikan pemahaman pada setiap orangtua apa yang menjadi hak anak sehingga anak mendapatkan haknya dan bisa menjadi penerus bangsa yang baik dengan bekal ilmu, ahlak dan agama bukan kebebasan yang kebablasan,” jelas dia. #ren
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tambah Mobil Crane Untuk Perbaikan Lampu Jalan

Palembang, BP — Mobil crane yang dimiliki saat ini untuk perbaikan lampu jalan dan memangkas pohon, dinilai Pemerintah Kota Palembang melalui ...