Home / Headline / Masih Banyak Sekolah Jual Buku dan Seragam

Masih Banyak Sekolah Jual Buku dan Seragam

Palembang, BP

siswa baruDinas Pendidikan (Disdik) sudah melarang sekolah untuk menjual buku dan sekolah pada penerimaan siswa tahun ini. Meski larangan sudah dibuat namun kenyataan di lapangan masih ada saja sekolah yang menjual buku pelajaran dan Lembaran Kerja Siswa (LKS).     Larangan untuk menjual buku sendiri sudah dilayangkan pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang. Larangan ini ditujukan kepada seluruh kepala sekolah dan guru di sekolah negeri, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA atau SMK di wilayah Kota Palembang.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, larangan tersebut sebagai bentuk penegasan agar memasuki tahun ajaran baru 2015-2016 ini para orangtua siswa baru tidak dibebani kewajiban membeli kebutuhan siswa baru ke sekolah.

“Jika praktek penjualan tersebut terjadi, maka kami tidak segan memberikan sanksi tegas kepada kepala sekolah atau guru yang terbukti melakukannya secara langsung dan ilegal,” kata Ahmad Zulinto kepada BeritaPagi, Rabu (29/7).

Karena itu, pihaknya langsung menginstruksikan kepada seluruh sekolah negeri, agar tidak melakukan praktek jual beli buku sekolah, seragam atau pungutan-pungutan lainnya yang memberatkan orangtua siswa.

“Khusus buku LKS sudah tidak perlu lagi diadakan para peserta didik, sebab sudah ada buku paket yang dibagikan gratis dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk para pelajar. Buku kumpulan soal pelajaran atau LKS, kebutuhan seluruh siswa sudah disediakan oleh pemerintah,” ujarnya.

Kata dia, untuk kebutuhan seragam olahraga memang telah disiapkan oleh pihak sekolah dan hal ini harus diketahui oleh Disdikpora. Pihak sekolah hanya diperbolehkan untuk mengadakan seragam jenis itu, sebab dari desain, jenis kain dan warna harus seragam satu pelajar dengan pelajar lain.

“Khusus seragam olahraga memang sudah ditentukan bersama, seperti jenis kain, warna dan desainnya dan sekolah diperbolehkan menyediakan seragam olahraga itu. Sedangkan seragam sekolah bukan olahraga, pihak sekolah hanya diperkenankan memberikan contoh kualitas kain dan desain kepada orangtua siswa namun sifatnya tidak wajib membeli di sekolah lewat koperasi, namun boleh beli di luar sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu orangtua wali sekolah dasar (SD) yang enggan disebutkan namanya mengatakan, masih ada saja sekolah yang menjual buku kepada para siswanya. Tak tanggung-tanggung harga buku mencapai ratusan ribu, untuk satu mata pelajaran. Bayangkan saja buku yang harus dibeli ada lima buah, tidak mau tidak harus dibeli karena buku merupakan sumber belajar bagi anak.

“Kami dengar sekolah tidak diperbolehkan menjual buku tapi nyatanya masih ada saja yang menjual buku. Saya harus merogoh kocek yang tidak sedikit hingga Rp500 ribu untuk buku saja, belum lagi untuk seragamnya,” keluhnya.

#adk

x

Jangan Lewatkan

Sumsel Siaga Musim Hujan

Palembang, BP Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel), gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Banjir dan Tanah Longsor tahun ...