Home / Headline / Kemarau, Menyaring Air Semalaman Untuk Mandi

Kemarau, Menyaring Air Semalaman Untuk Mandi

IMG-20150701-01897

Masyarakat di wilayah Kecamatan Rupit, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Air sungai yang menjadi andalan sudah mengering dan berwarna. Kalau mau mandi atau keperluan lainnya terpaksa menyaring air sungai.

SUDAH dua bulan ini Muratara memasuki musim kemarau. Dalam dua bulan itu hujan tidak turun di wilayah Berselang Serundingan ini. Sungai dan sebagian sumur masyarakat menjadi kering. Yang sudah merasakan dampak kekeringan yakni Desa Noman, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. Kemungkinan daerah lain juga sama kesulitan air bersih. Masyarakat di seputar Kecamatan Rupit yang memerlukan air bersih terpaksa meminta tetangga yang sumurnya masih berair, itu pun terbatas. Bahkan bagi yang tidak dapat air terpaksa menyaring air sungai yang kotor supaya bersih.

Baca:  Juni, Sebagian Sumsel Masuki Kemarau

Seorang warga Desa Noman, Ris, mengakui sudah tiga bulan ini masyarakat kesulitan air bersih. Warga sulit mendapatkan air bersih lantaran sungai dan sebagian sumur masyarakat sudah mengering.
“Kami sudah tiga bulan kesulitan air bersih. Sungai yang menjadi andalan saat ini sudah mengering,” jelasnya.

Sementara mengandalkan sumur-sumur tetangga yang belum kering, terbatas. Karena yang memiliki sumur juga memerlukan air bersih juga untuk memasak, mandi, cuci dan kakus.
“Minta dengan tetangga yang sumurnya tidak kering terbatas. Karena harus mengerti mereka juga memerlukan air untuk memasak dan kebutuhan lainnya,” terangnya.

Baca:  Ribuan Orang Dewasa dan Balita Terjangkit ISPA

Karena terbatasnya air, penduduk terpaksa mengambil air sungai. Kemudian air sungai tersebut disaring supaya bersih. Setelah bersih barulah air tadi bisa digunakan untuk memasak dan kebutuhan lainnya.

“Air disaring memakai alat tertentu selama semalam supaya jernih. Kemudian air tadi digunakan untuk memasak dan lainnya,” terangnya.

Tidak itu saja penduduk yang ingin mendapatkan air di sungai terpaksa hati-hati karena sudah kering. Kalau tidak hati-hati air akan keruh bercampur lumpur.

Baca:  Kemarau, Panen Hasil Karet di OI Menurun Drastis

“Lihat saja sendiri kondisi air sungai kering dan keruh. Sudah tentu kalau mau digunakan harus disaring dahulu,” ucapnya.#marwan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Mereka Keluhkan Melemahnya Rupiah

Palembang, BP Sekretaris Kantor Wilayah (Kanwil) Pandu Tani Indonesia (Patani)  Sumsel, Husyam Usman  menilai pelemahan dan penguatan rupiah dalam skala tertentu  serta ...