Home / Pendidikan / MOS, Siswa Baru Disuruh Berdandan Aneh

MOS, Siswa Baru Disuruh Berdandan Aneh

Palembang, BP

Siswa-siswa baru di SMA Negeri 11 Palembang menjalani masa orientasi siswa (MOS) dengan mengenakan pakaian dan atribut aneh-aneh. Mulai dari bergaya layaknya badut, mengenakan rok dari tali, kalung karton yang ditempeli permen, hingga membawa tas karung. Malah ada siswa yang menggunting-gunting tali rafia untuk dijadikan gelang tangan dan kaki layaknya pemandu sorak sebuah even olahraga. Belum cukup mempermalukan diri sendiri, masih pula ada topi pot bunga bercokol di kepala.

Toh, kendati berdandan aneh, mereka tetap percaya diri mengenakan atribut-atribut tersebut di atas balutan seragam kaus putih dan celana training hitam. Adapun kegiatan MOS di SMAN 11 sendiri berlangsung selama tiga hari sejak Senin (27/7) hingga Rabu (29/7).

“Saya sudah siapkan atribut ini dari kemarin. Dan semuanya harus sesuai dengan intruksi dari kakak kelas yang mengkoordinir,” ujar Akbar, salah satu siswa, Selasa (28/7).

Kegiatan MOS itu diawali dengan apel pagi, yang dilanjutkan latihan kedisiplinan baris-berbaris di bawah binaan langsung Satlantas Polresta Palembang. Mereka memakai atribut aneh tersebut saat istirahat dan di luar latihan.

“Ini pakai karung beras bekas di rumah saya. Kebetulan ada, jadi saya buat seperti tas,” ujar Agustina, siswa lainnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 11 Palembang Sunandar, SPd MSi mengatakan, selama tiga hari kegiatan MOS, siswa baru diperkenalkan dengan kedisiplinan lewat latihan baris-berbaris. “Baru pada hari Rabu digelar masa orientasi dengan memperkenalkan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Widodo mengimbau pihak sekolah untuk menghindari kegiatan MOS yang bermuatan negatif, seperti pelecehan, perpeloncoan, dan kekerasan.

“MOS itu kan sifatnya hanya memperkenalkan lingkungan di sekitar sekolah. Itulah tugas dari para kakak kelas. Bukannya malah melakukan hal yang tidak terpuji, seperti perpeloncoan untuk mempermalukan siswa baru,” katanya.

Ia menyayangkan siswa senior mempermalukan para juniornya dengan disuruh mengenakan berbagai atribut aneh.

“MOS itu bisa diisi dengan kegiatan bermanfaat, seperti pengenalan ekstrakurikuler, serta kegiatan lain yang dilandasi prinsip pengembangan pendidikan karakter untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, mandiri, dan etika pada siswa baru,” ujarnya. O adk

x

Jangan Lewatkan

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di KI Meriah

Palembang, BP–Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang menggelar kampanye 16 hari Anti kekerasan Terhadap perempuan tahun 2017, di Kambang Iwak, Palembang, ...