Home / Headline / Komisi V DPRD Sumsel Mediasi Disdik Sumsel Dengan FASS

Komisi V DPRD Sumsel Mediasi Disdik Sumsel Dengan FASS

IMG-20150727-01986

Palembang, BP
Usai menggelar aksi di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel, Front Advokasi Seni/Seniman (FASS) Kota Palembang, yang terdiri dari Dewan Kesenian Palembang, KMPP, JAMS, dan beberapa seniman, menyambangi DPRD Sumsel. Akhirnya Komisi V DPRD Sumsel memfasilitasi pertemuan antara Disdik Sumsel dan FASS di Ruang Banggar DPRD Sumsel, Senin (27/7).
Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati didampingi Wakil Ketua DPRD Sumsel M Yansuri dan anggota Komisi V Rizal Kenedi Mardiansyah.
Disdik Sumsel diwakili oleh Kepala Disdik Sumsel Widodo, sedangkan dari pihak FASS diwakili koordinator aksi Rubi Indiarta dan Ketua Dewan Kesenian Palembang Vebri A Lintani, termasuk Shelyna Salsabila.
Dalam mediasi, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Anita Noeringhati meminta penjelasan dari Disdik  Sumsel terkait perlombaan FLS2N yang hasilnya mengundang protes dari FASS.
Menurut Kadis Disdik Sumsel Widodo, rekap pemenang perlombaan penyanyi solo ternyata kata juri salah, kemudian dianulir juri bahwa yang menang adalah peserta dari OKU bukan peserta asal Palembang, Shelyna Salsabila.
“Sudah diberikan solusi tanding ulang. Namun yang bersangkutan tidak datang. Permasalahannya, rekap yang menang itu dari OKU, namun salah sebut pemenang dari Palembang,” ujar Widodo.
“Saya tidak ada kepentingan, tawaran saya sudah diberikan namun tidak diambil. Bahkan saya sempat memutuskan mengirim kedua pemenang ke ajang nasional, namun tetap pihak Salsabila tidak mau,” tambah Widodo.
Di tempat yang sama, koordinator aksi Rubi Indiarta mengungkapkan kekecewaannya terhadap penyelenggara acara FLS2N yang terkesan tidak profesional dengan menganulir keputusan juri yang seharusnya tidak dapat diganggu gugat.
“Pemenang sudah diumumkan juri dan memberikan piala, namun dua hari setelah itu dianulir, perlombaan seperti apa itu, juri bisa dikangkangi panitia. Kami juga di sini menganggap hasil rekap tidak sah. Memang benar solusi dari Kadis Widodo keduanya dikirim. Namun yang kami sayangkan, di depan kami Widodo menyatakan Shelyna Salsabila juara satu, namun ketahuan piagam didapatkan oleh peserta OKU yang telah di-upload di media sosial facebook,” katanya.
Setelah usai mendengarkan kedua belah pihak, wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel yang membidangi pendidikan dan seni, Anita Noeringhati, mengambil keputusan. Mereka meminta Diknas Sumsel menghadirkan pihak panitia acara FLS2N dan para juri perlombaan, termasuk dokumen terkait.
“Kita akan memanggil juri, kenapa melakukan kesalahan yang fatal. Saya mengerti perasaan Salsabila. Kami ingin tahu siapa juri dan menghadirkannya,” kata Anita.

Masih kata Anita, apabila nantinya  pada latar belakang juri dan pelaksanaan acaranya ditemukan ada ketidakberesan, pihaknya tidak akan segan melakukan tindakan tegas memberikan sanksi teguran.
“Jangan anggap remeh sekadar lomba menyanyi, namun ini seni yang harus dihargai. Selain meminta SK harus sesuai dengan aturan tata tertib yang ada. Komisi V akan selesaikan permasalahan ini dengan tuntas dan secara terbuka. Jangan sampai terulang lagi ke depannya, ini prestasi yang harus dihormati. Kejadian ini juga merupakan masukan bagi kami. Lalu kami akan mempertanyakan juga apa dasar panitia melakukan lomba ulang itu kembali. Nanti Senin pekan depan pukul 13.00 akan diagendakan pertemuan kembali antara Dewan Kesenian Palembang, Diknas Sumsel, para juri lomba dan panitia,” katanya. #osk

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...