Home / Sumsel / Masjid Raya Sriwijaya Padukan Arsitektur Islami dan Budaya Sumsel

Masjid Raya Sriwijaya Padukan Arsitektur Islami dan Budaya Sumsel

Palembang, BP
Pemprov Sumsel akan segera memulai pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang terletak di kawasan Islamic Center dan Univesitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Agustus mendatang.

Desain masjid yang diklaim akan menjadi masjid tercantik se-Asia Tenggara ini akan mengadopsi konsep arsitektur unik dan khas yang berasal dari perpaduan Islam modern dan kebudayaan Sumsel.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, untuk memberikan kesan kebudayaan dan ciri khas Sumsel yang kental pada bangunan fisik masjid, Pemprov Sumsel pun sudah menggelar sayembara yang digelar sejak 2013 lalu. Desainer yang dipilih dari hasil sayembara tersebut merupakan asli karya anak bangsa yang berhasil mengalahkan dua peserta sayembara asal luar negeri.

“Konsep arsitektur yang kita pilih temanya pun sangat pas untuk keindahan Masjid Sriwijaya ini. Bangunannya tak cuma indah, tetapi juga bermaknakan geometri islami yang juga sarat akan budaya di Sumsel,” tutur Alex, Minggu (25/7).

Ia menjelaskan, masjid ini bergaya arsitektur islam modern internasional dan menerapkan bentuk-bentuk geometri modern untuk menimbulkan kesan agung dan monumental. Masjid ini pun katanya juga dipercantik dengan ornamen-ornamen khas islami serta Sumsel yang berfungsi memperkaya unsur estetik dari bangunannya.

Masjid Sriwijaya memiliki luas area 20,08 hektar. Dibagian atas bagian depan gerbang utama bertuliskan Masjid Raya Sriwijaya, lalu ada juga Plaza Masjid dengan pola Geometri Islam dan khas Sumsel.

Adapun di dalam bangunan yang akan dibuat bermakna islami dan khas Sumsel
seperti di tengah masjid akan ada 12 pilar kokoh yang artinya ada 12 imam setelah Rasulullah. Tinggi bangunan masjid setinggi lima meter melambangkan rukun islam.

Kemudian juga ada enam tenda atap melengkung yang artinya di dalam Islam enam rukun iman. Yang mengangumkan, kata Alex, yakni Minaret sepanjang 99 meter menjulang ke atas langsit.

“Minaret ini melambangkan 99 Asmaul Husna. Sementara untuk melambangkan kebudayaan Sumsel, di tengah koridor akan ditampilkan dinding raksasa berpola songket yang melambangkan Sumsel. Juga semua bagian bangunan memiliki artian Islami,” jelasnya.

Alex mengungkapkan, masih banyak bangunan di dalam masjid tersebut yang mengartikan Islam. Seperti sembilan ring lampu utama, 21 lampu kolom, enam kolom di Plaza masjid, 32 lampu melingkar dalam mahrab, dan enam mahrab di dalam masjid.

Ia mengakui, memang banyak pihak yang meragukan apakah masjid tersebut dapat diwujudkan. Sebab banyak yang ragu dan tidak percaya Sumsel akan membangun masjid seindah itu. Karenanya dia memastikan, groundbreaking Masjid Raya Sriwijaya akan dilakukan tahun ini, tepatnya pada Agustus 2015 mendatang.

” Jadi ini bukan omong kosong. Bahkan saat ini semua perencanaan pembangunan sudah selesai. Tinggal menunggu hasil tender dan memulai groundbreaking,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Sumsel Eddy Hermanto menambahkan, Masjid Raya sriwijaya ditargetkan selesai pada tahun 2017 atau sebelum dihelatnya Asian Games di Sumsel. Menurutnya, keberadaan masjid tersebut diharapkan mampu memikat para tamu dan wisatawan yang hadir ke Palembang nanti sehingga dapat menambah geliat parawisata sumsel kedepan.

“Diupayakan sebelum Asian Games sudah selesai. Tidak hanya sebagai tempat beribadah juga sebagai lokasi wisata religi,” tambahnya.

Saat ini rencana pembangunan masjid tersebut masih dalam tahap tender. Yakni masih dalam kepengurusan penunjukkan pemenang tender. Ia menjelaskan, sudah ada lebih dari tiga kontruktor yang ikut dalam tender tersebut.

“Kita sudah siapkan anggaran Rp700 miliar untuk bangun masjid ini. Hanya bangunan masjid saja dan kelengkapan didalamnya,” pungkasnya. #idz

x

Jangan Lewatkan

Pilgub Sumsel 2018, Posisi PDIP Dan Golkar Kuat

Palembang, BP Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kholil Pasaribu melihat pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ...