Home / Hukum / Akte Hambat Remisi Anak

Akte Hambat Remisi Anak

Palembang, BP

Meski harusnya sudah mendapat pengurangan hukuman dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap 23 Juli, namun nara pidana (napi) anak di Sumsel tidak dapat langsung menikmati karena terkendala akte kelahiran.

Sebab menurut Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Sumsel Subiyantoro, akte kelahiran adalah salah satu syarat utama bagi napi anak untuk mendapat remisi.

“Karena hanya sebagian kecil warga binaan yang memiliki akte kelahiran. Padahal itu salah satu syarat, karena untuk melihat apakah betul masih masuk usia anak” ujar Subiyantoro saat dihubungi, Kamis (23/7).

Sehingga, setelah pengajuan remisi disampaikan, pihak Kemenkumham RI harus melakukan pemeriksaan secara manual. Serta tahun ini pihaknya sudah mengajukan sebanyak 84 warga binaan untuk mendapat remisi khusus.

“Pengajuan sudah sejak satu bulan lalu, tapi Kemenkumham harus tidak bisa memeriksa secara sistem dan harus dilakukan secara manual. Sehingga membutuhkan waktu dan ini sudah menjadi persoalan secara nasional,” imbuhnya.

Kendati demikian Subiyantoro mengatakan semua itu hanya masalah waktu dan setelah pengajuan disetujui, maka akan warga binaan akan mendapatkan hak mereka.

“Tetap bisa, tapi tidak tepat waktu yang harusnya hari ini (kemarin-red) mereka dapat pengurangan selama satu hingga dua bulan,” jelasnya.

Selain akte, dirinya syarat bagi napi untuk mendapatkan remisi adalah telah menjalani masa pidana minimal enam bulan dan dinilai berkelakuan baik selama menjalani hukuman.

“Untuk syarat umum sama dengan remisi napi dewasa, hanya saja akte kelahiran saat ini sudah menjadi syarat mutlak, sesuai UU peradilan anak yang berlaku sejak 1 Agustus 2014,” jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Faedhoni, Kepala Lapas Anak Palembang menyebutkan sejauh terdapat 47 napi dari 260 warga binaan Lapas Anak Pakjo Palembang yang ada akan mendapat pengurangan hukuman. Namun dipastikan tidak ada yang langsung bebas.

“Saat ini untuk remisi kita tinggal menunggu konfirmasi dan harus di cek ulang di Kementerian terkait usia napi yang diajukan mendapat remisi. Karena lebih satu hari dari usia 18 tahun tidak akan diakui,” tuturnya.

Akan tetapi pihaknya optimis jika seluruh napi yang diajukan untuk memperoleh pengurangan hukuman, akan disetujui.

“Mudah-mudahan semuanya disetujui, karena kita juga sudah periksa dan tidak ada yang lebih dari 18 tahun,” tandasnya.

#ris

x

Jangan Lewatkan

Petani Tewas Ditembak Pencuri

Muarabeliti, BP–Diduga memergoki aksi pencurian, Koni (49) tewas dengan luka tembak di dada dan luka bacok di kepala. Peristiwa yang ...