Home / Sumsel / Upayakan Songket Untuk Masyarakat

Upayakan Songket Untuk Masyarakat

Palembang, BP
Peluncuran songket sebagai warisan budaya nasional secara simbolis dengan pemecahan rekor MURI 1.000 wanita bersongket, bukan sekedar peresmian semata. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel Hj Eliza Alex Noerdin menginginkan momen ini untuk memperluas pasar songket di masyarakat.

Eliza menjelaskan, songket memang identik dengan harganya yang mahal, karena proses dan bahan yang digunakannya pun tidak murah. Namun pihaknya berusaha agar songket yang menjadi ciri khas budaya Sumsel, khususnya Palembang, dapat digunakan oleh seluruh masyarakat.

“Itu tujuan utama kita. Sekarang sedang kami upayakan agar tersedia songket yang harganya terjangkau, namun kualitas dan kearifan lokalnya tetap terjaga,” tutur Eliza.

Ia memberi contoh, untuk bahan dasar pembuatan songket menggunakan benang yang tidak terlalu mahal agar biaya produksinya pun bisa dikurangi. Namun proses pembuatannya tetap menggunakan alat tenun tradisional, bukan menggunakan mesin.

Baca:  Tunda Launching Songket WBTB Hingga Cuaca Membaik

“Tidak seperti kain songket asal Tiongkok yang menggunakan mesin. Memang harga songket cetakan, bukan tenun itu lebih murah. Tapi tidak sejalan dengan tujuan kita yang ingin tetap menjaga kualitas songket asli Sumsel. Kita maunya tetap ditenun tradisional,” jelasnya.

Terkait pemecahan rekor MURI 1.000 wanita bersongket, pihaknya telah mempersiapkan kerangka dasar acaranya. Pihaknya pun ingin menampilkan busana songket istimewa. Dalam satu busana, terdapat 30 macam motif.

Ia pun telah berkoordinasi dengan perancang-perancang tenun songket, dan pengrajin songket lokal untuk membahas konsep yang diusung seperti apa nantinya.

“Nanti konsep rancangan tenun songket lokal pun akan dipadukan dengan konsep tenun dari Tiongkok dan Jepang. Busana yang ditampilkan juga bukan untuk acara resmi saja. Tapi juga ada yang untuk acara santai sehari-hari. Tapi kesan anggunnya tetap ditonjolkan,” jelasnya.

Baca:  Modernkan Tenun Songket Tradisional

Seluruh kabupaten/kota di Sumsel akan turut berpartisipasi memeriahkan acara ini. Sebanyak 1.000 wanita yang akan memecahkan rekor nantinya, merupakan wanita yang berasal dari berbagai kalangan. Pegawai Negeri Sipil (PNS), masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan publik figur seperti selebriti pun direncanakan akan mengisi acara ini.

Rencananya, acara ini akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koodinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, serta Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel Ekowati Retnaningsih menuturkan, acara ini pun akan dimeriahkan oleh pameran songket, talk show, kunjungan ke pengrajin songket, serta melihat langsung Graha Songket di bilangan Jalan Angkatan 45, Palembang.

Baca:  Alunan Gambus dan Wanita Menenun Songket di Bandara

Sementara itu, Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel Permana menambahkan, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali songket sebagai warisan budaya Sumsel.

“Sebanyak 700 IKM ada di Sumsel dan 200 diantaranya mengeluti bidang penenunan songket. Tentunya kita harapkan, acara ini dapat memajukan dan mengairahkan usaha songket karena saat ini songket sudah diakui sebagai warisan budaya Sumsel oleh UNESCO,” ujar Permana.

Menurut Permana, Kementerian PMK juga menginginkan agar songket ini bisa membudaya seperti batik yang bisa dipakai oleh semua kalangan.

“Kita berharap songket bisa menyusul ketenaran batu akik yang kini sangat digandrungi oleh masyarakat. Selain itu, acara ini juga diharapkan bisa menambahkan kecintaan masyarakat terhadap produk hasil dalam negeri,” pungkasnya. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

5 Panelis Lokal Hadir Dalam Debat Pilwako Palembang 2018

Palembang Debat terbuka Pemilihan Walikota (Pilwako) dan wakil Walikota Palembang 2018, akan dilaksanakan pada 22 Juni 2018 di Hotel Aston ...