Home / Hukum / Ingkar Janji, Developer CV Asuro Property Dipolisikan

Ingkar Janji, Developer CV Asuro Property Dipolisikan

Palembang, BP
Ivan Mardiansyah merasa ditipu. Ia dijanjikan developer perumahan akan diberikan sertifikat rumah setelah lunas membayar kewajiban sebagai pembeli rumah setahun lalu, atau tepatnya Sabtu (28/6/2014). Tapi hingga kini sertifikat yang menjadi haknya itu tak kunjung diberikan hingga ia mengalami kerugian sekitar Rp120 juta.

Akibat kejadian tersebut, Mardiansyah yang tercatat sebagai warga, Jalan Sekip, Lorong Amalia, RT 12 RW 04, Kelurahan 20 Ilir II, Kecamatan Kemuning Palembang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, Selasa (21/7), untuk melaporkan Yudi Iskandar (44) yang menjabat sebagai Direktur CV Asuro Property dalam pembangunan perumahan korban.

Menurut keterangan korban yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta yang tertera dalam laporan mengatakan, awalnya pada 24 November 2013 lalu korban membeli satu unit perumahan Griya Permata Putri, di kawasan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumsel.

Pada saat itu, masih dikatakan Ivan, korban membeli rumah yang berlokasi di Blok D-7 senilai Rp60 juta. Bahkan tidak hanya itu, dirinya juga membeli satu kapling tanah di Blok D-8 dengan harga satu kapling tanah sekitar Rp32 juta.

“Saya membeli rumah disana beserta satu kapling tanah dengan total kurang lebih Rp120 juta. Setelah itu terlapor berjanji akan memberikan sertifikat tanah jika sudah melunaskan seluruh pembayaran yang harus dibayar,” kata Ivan.

Namun, sambung Ivan, setelah dibayar lunas terlapor berjanji akan menyerahkan sertifikat rumah berikut tanah pada 1 Desember 2014 lalu, tetapi sampai korban membuat laporan ini setifikat yang dijanjikan tidak ada. Sehingga, dirinya merasa ditipu oleh pihak perumahan tersebut.

“Memang sebelum melaporkan ke kepolisian, dari pihak terlapor tidak ada itikat baik karena setelah dihubungi terlapor selalu mengulur waktu hanya berjanji-janji saja. Bahkan, kini terlapor sangat sulit untuk ditemui,” jelas Ivan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova membenarkan adanya laporan dengan dugaan penipuan dan penggelapan. Keterangan pelapor dan saksi sudah diambil. #rio

x

Jangan Lewatkan

Dikeroyok Pelajar Sekolah Lain

Palembang, BP–Nicolas Beni Pratama (14) dan Andriansyah (14) dibuat babak belur setelah dikeroyok enam pelajar dari sekolah berbeda saat melintas ...