Home / Headline / Warga Dua Desa di OKU Bentrok

Warga Dua Desa di OKU Bentrok

177504_bentrok-antar-warga-di-lampung_663_382

  • Pemprov Sumsel Minta Pemkab OKU Turun Tangan

Palembang, BP
Suasana Idul Fitri diwarnai bentrok antarwarga dua desa, Sabtu (18/7). Dua desa yang berseteru adalah Desa Lubuk Rukam dan Desa Bindu di Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Sekda Sumsel Mukti Sulaiman mengaku belum mendapatkan laporan dari Pemkab OKU terkait bentrok tersebut.
“Tapi khan pemerintah OKU itu sendiri yang harus turun tangan, cepat koordinasi dengan kepolisian. OKU belum lapor ke kita,” kata Mukti, Senin (20/7).
Mukti mengaku segera akan menghubungi Pemkab OKU meminta penjelasan terkait bentrok tersebut.
Sementara Polres OKU setelah mendapati laporan dari warga mengenai bentrokan tersebut, di bawah komando Wakapolres OKU Kompol Heri Wibowo, Polres OKU mengerahkan puluhan polisi menggunakan satu unit truk dalmas menuju lokasi kejadian.
Sekitar pukul 21.00, polisi berhasil tiba di Desa Lubuk Rukam, terlihat ratusan warga berkumpul dan memohon kepada polisi untuk segera mengevakuasi keluarga mereka yang masih berada di Desa Bindu.
Ketegangan terjadi, ketika petugas hendak mengevakuasi warga Lubuk Rukam yang masih berada di rumah saudaranya di Desa Bindu, polisi dihalang-halangi oleh ratusan warga Desa Bindu yang sebagian dilengkapi dengan peralatan senjata tajam.
Hingga Wakapolres OKU pun melakukan negoisasi dengan warga Desa Bindu, dan warga Desa Bindu meminta kepada pihak kepolisian untuk segera meringkus pelaku pembawa senjata tajam dari Desa Lubuk Rukam yang diduga menimbulkan keonaran itu.
“Kami minta tolong pak, bawa mereka yang terlibat membawa senjata ini ke Mapolres langsung, karena mereka yang memulai membuat keonaran,” ujar salah seorang perwakilan warga Desa Bindu kepada Wakapolres OKU sambil menyerahkan barang bukti berupa sebilah parang.
Pihak Polres OKU pun berjanji kepada warga Desa Bindu akan menyelidikanya lebih lanjut dan meminta kepada warga Desa Bindu untuk tidak menahan warga Desa Lubuk Rukam yang masih berada di Desa Bindu dan begitu juga sebaliknya. Akhirnya, warga Desa Lubuk Rukam dapat dievakuasi dengan selamat.
Dalam kejadian itu, terjadi juga perusakan mobil Avanza saat melintasi Desa Lubuk Rukam yang menjadi salah sasaran oleh warga Desa Lubuk Rukam yang diduga milik warga Desa Bindu.
Alhasil, mobil tersebut adalah milik warga Desa Mendala, Kecamatan Peninjauan yang tak terlibat dalam perseteruan tersebut. Akibatnya, setelah mobil diamankan di Mapolsek Peninjauan, ratusan warga dari Desa Mendala pun menggeruduk Mapolsek dan menuntut aparat polisi guna mencari pertanggungjawaban hal tersebut, namun beruntung dengan negosiasi antar kepala desa dan juga tokoh masyarakat, akhirnya mereka berhasil meredam amarah warga Desa Mendala.
Sebelumnya ketegangan terjadi sekitar pukul 16.00 saat pemuda dari kedua belah pihak saling kejar-kejaran, kemudian meluas menjadi saling sweeping di masing-masig desanya, tetapi informasi asal mula kejadian sebenarnya masih simpang siur, karena kedua desa sama-sama merasa terancam dan merasa di pihak yang mempertahankan diri.
Sementara itu menurut Asmunandar, Kepala Desa Lubuk Rukam, kejadian ini sebenarnya sudah biasa terjadi namun bisa diredam oleh aparat desa dan tokoh masyarakat kedua desa, namun hari itu adalah puncak kemarahan kedua belah pihak, karena Asmunandar menyadari perdamaian dilakukan hanya antar perangkat Desa dan tokoh masyarakat, tetapi warga tidak merasakan hal itu.
“Dari rentetan kejadian, sebenarnya sudah didamaikan, tapi sebagian warga masih ada yang mencari-cari masalah bahkan kami sudah melarang warga untuk mengunjungi Desa Bindu agar tak ada kejadian yang tidak diinginkan,” katanya Asmunandar.
Di sisi lain warga Desa Lubuk Rukam, Indi, mengaku pihak warga juga tak menginginkan hal itu terjadi karena sebagian warga masih terikat tali persaudaraan dari perkawinan antar kedua Desa.
“Warga kami dan juga Bindu sebenarnya banyak yang masih terikat tali persaudaraan jadi kami mohon hal ini tidak terulang lagi, kami ingin damai,” katanya.
Kabagops Polres OKU Kompol MP Nasution mengatakan untuk sementara akan ada petugas kepolisian yang akan berjaga-jaga di perbatasan kedua desa tersebut.
“Kita akan buatkan surat perintah penjagaan untuk kedua desa agar tidak terulang kejadian yang sama,” kata Nasution. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

5 Panelis Lokal Hadir Dalam Debat Pilwako Palembang 2018

Palembang Debat terbuka Pemilihan Walikota (Pilwako) dan wakil Walikota Palembang 2018, akan dilaksanakan pada 22 Juni 2018 di Hotel Aston ...