Home / Headline / Lapangan Terbang PALI Bakal Dihidupkan Kembali

Lapangan Terbang PALI Bakal Dihidupkan Kembali

foto-lapter

Palembang, BP
Setelah melakukan MoU dengan pihak maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) segera merealisasikan mimpinya untuk memiliki lapangan terbang sendiri.
“Sriwijaya Air minta pesawat mereka yang bisa mendarat itu Boeing 737 tapi runway-nya minimal 1.800 meter sementara yang tersedia baru ada 1.300 meter. Kemudian fasilitas-fasilitas lainnya belum ada. Dulu ada tapi sekarang tidak ada lagi, sudah pada rusak semua,” kata  Penjabat Bupati PALI  Drs Apriyadi, MSi, Senin (20/7).
Karena itu sebagai Penjabat Bupati PALI, Apriyadi akan menghidupkan lapangan terbang PALI yang sudah ada sejak zaman Stenvec (perusahaan minyak milik Belanda) bersama Sriwijaya Air.
” Saya ingin meminta dana dari pemerintah pusat melalui dana APBN, untuk membangun dan menghidupkan kembali lapangan terbang tersebut. Kalau itu bisa dihidupkan paling tidak mengurangi beban jalan negara  dan membantu masyarakat yang ingin ke Palembang dan ke Jakarta, bisa langsung dari PALI,” katanya.
Untuk itu Apriyadi mengaku akan mengusulkan anggaran Rp300 miliar untuk menghidupkan lapangan terbang PALI kepada Kementerian Perhubungan melalui dana APBN.
“Saya tidak akan menggunakan dana APBD, semaksimal mungkin saya menggunakan APBN. Saya mohon restu dari masyarakat PALI, dari masyarakat Sumsel dan dukungan kawan-kawan media saya akan road show ke Kementerian Perhubungan untuk meminta agar dana APBN digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan lapangan tersebut. Dalam waktu dekat saya ke Jakarta sowan ke Pak Menteri Perhubungan,” katanya.
Saat ini status lapangan terbang PALI tersebut milik Pertamina, karena pihak Stenvec sudah menyerahkan kepada pihak Pertamina.
“Dalam waktu dekat pihak Sriwijaya Air akan meninjau lapangan terbang tersebut, mereka ingin mencoba bisa enggak Boeing 737 mendarat, tapi rasanya agak sulit karena areanya 1.300 meter. Kalau pesawatnya baling-baling kayak Garuda yang ke Tanjung Karang itu bisa,” katanya.
Kini, menurut Apriyadi, lapangan terbang PALI tidak lagi digunakan dan terakhir digunakan tahun 2000.
“Karena tidak di gunakan lagi oleh pihak Medco, itulah bangunan-bangunan seperti hanggar, ruang tunggu semuanya diambil oleh masyarakat, sekarang tinggal lapangan saja dan tinggal runway saja tapi runway-nya masih bagus,” katanya.
Menurutnya pemerintah Belanda berani membangun lapangan terbang tersebut di Pali artinya potensi yang ada di Pali sangat besar.#osk

x

Jangan Lewatkan

Terjatuh Ditarik Korbannya, Begal Nyaris Tewas

Palembang, BP–Heri Dermawan (42) nyaris tewas setelah diamuk massa karena gagal kabur usai melakukan aksi begal di kawasan Monpera, Kamis ...