Home / Headline / Sertifikat Apartemen The Basilica Asli

Sertifikat Apartemen The Basilica Asli

20150713_144838

  • Terdaftar di BPN Kota Palembang

Palembang, BP
Direktur PT Trinitas Properti Persada Hasan Asnawi, didampingi Kuasa Hukum Arthur Panjaitan, menanggapi adanya dugaan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang disebut-sebut Kuasa Hukum Eddy Zakaria, Fernandy Rusdi, diduga non-identik atau palsu, telah terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang.

“Secara hukum tanah klien saya tidak tumpang tindih dengan tanah Eddy Zakaria. Tentunya, hal itu dipastikan sesuai dari BPN Kota Palembang selaku lembaga yang menerbitkan sertifikat tersebut, kalau sertifikat kami sah dan tidak bermasalah,” ujar Arthur, Senin (13/7).

Selain itu, masih dikatakan Arthur, kepemilikan SHM nomor 222 tahun 1973 setelah dilakukan pengukuran batas ulang tanah tersebut bukan tanah yang dimaksud. Untuk itu, lahan yang tengah dibangun Apartemen The Basilica sudah dikuasai sejak 2004 lalu, dengan dilakukan pemagaran, penimbunan, dan pembangunan Ruko Bizpark di bilangan tersebut.

“Selama ini juga tidak ada yang komplain. Menurut kami ini cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang yang ingin mencari keuntungan dalam urusan pertanahan, karena melakukan gangguan kepada kami yang sedang melakukan pembangunan dan pemasaran apartemen ini,” kata Arthur.

Bahkan, dikatakan Arthur, pihak Eddy Zakaria baru melaporkan ke Mapolda Sumsel setelah melihat pihaknya membangun apartemen. Mengenai mediasi, memang sudah dilakukan sebanyak tiga kali, namun permintaan mereka tidak sesuai, sehingga pihaknya tidak sanggup dalam hal ini.

“Saat mediasi mereka menawarkan harga yang tinggi, empat kali lipat dari harga pasaran tanah, bahkan dari NJOP yang ditawarkan mereka mencapai 15 kali lipat,” jelas Arthur.

Dikatakan Arthur, pihak Eddy Zakaria mengarah kepada pembentukan opini publik yang dapat merugikan The Basilica, padahal sejak pihaknya melapor 2011 lalu hingga kini belum ada satu tersangka pun yang diproses oleh pihak kepolisian.

“Belum ada satu orang pun tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. Itu sdah dijelaskan dari pihak kepolisian karena polisi yang menyidik menyampaikan dalam kasus ini tidak ada tersangka. Namun, kami menghormati proses yang dilakukan Polda Sumsel dalam menangi kasus ini, seperti polisi saat memeriksa di sini kami tidak menghalangi saat memasang garis polisi,” urai Arthur.

Mengenai permintaan pihak Eddy Zakaria melarang dan memberhentikan memasang iklan dalam pemasaran tidak ada larangannya itu. Jika memang The Basilica melakukan pembohongan publik dicontohkannya ibarat menjual tisu namun yang ditawarkan berupa pensil.

“Jadi konsumen jangan termakan adanya berita-berita semacam itu. Intinya mereka ini punya surat namun sedang mencari tanahnya. Tetapi jika memang bermasalah biarkan hukum yang bekerja saja,” pungkas Arthur. #rio

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Separuh Anggota Dewan Mangkir Saat Pidato Presiden RI

Inderalaya, BP–Miris, saat rapat paripurna istimewa ke III tahun sidang 2018, hanya separuh dari 40 anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir ...