Home / Headline / DPRD Sumsel Tolak Pengelolaan Bukit Siguntang Oleh Malaysia

DPRD Sumsel Tolak Pengelolaan Bukit Siguntang Oleh Malaysia

IMG-20150713-01864

Palembang, BP

Komisi V DPRD Sumsel memastikan menolak pengelolaan Bukit Siguntang oleh investor asal Malaysia dengan sistem Built Operate and Transfer (BOT).
Menurut Ketua Komisi V DPRD Sumsel Fahlevi Maizano menilai apapun bentuknya Bukit Siguntang bukan hanya terdapat sejarah penyebaran melayu Islam namun di Bukit Siguntang ada situs Sriwijaya.
“Kalau ini dikerjasamakan dengan asing atau BOT dengan Malaysia itu kita khawatir yang naik adalah nama Malaysia, disini dibuatnya rute perjalanan sementara itu yang mendasar itu adalah Kerajaan Sriwijaya akan hilang,” katanya, Senin (13/7).
Kalaupun investor Malaysia mau membantu namun jangan BOT . “Apapun bentuknya Siguntang ini tempat nenek moyang rumpun Melayu yang ada di Malaysia, kita khawatir sejarah Sriwijaya hilang dan akan menonjol masalah Melayu Islamnya,” katanya.
Pihaknya dalam waktu dekat akan meminta penjelasan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumsel, “Seharusnya Malaysia membantu penelitian di Bukit Siguntang, apalagi di situ kalau di-BOT akan dibangun kita takut di bawah itu ada situs kerajaan Sriwijaya akan hilang, malahan akan diambil Malaysia,” katanya.
Sebelumnya Bukit Siguntang dengan segala macam cerita dan sejarahnya sudah cukup dikenal masyarakat kota Palembang bahkan sampai mancanegara.
Dari mulai sebagai situs purbakala peninggalan Sriwijaya dan Parameswara, sebagai tempat ibadah yang sakral, sebagai tempat cikal bakal nenek moyang orang Melayu dan kerajaan Malaka, hingga kerap dijadikan tempat muda-mudi berpacaran meski aura mistis ditempat itu cukup kuat. Untuk fungsi yang terakhir memang cukup ironi mendengarnya. Namun itulah fakta yang terjadi sampai dengan saat ini, dan lagi-lagi kurangnya dana jadi kambing hitam atas ketidak mampuan membuat Bukit Siguntang menjadi tempat wisata purbakala yang representatif.
Hampir menjawab permasalahan tersebut, baru-baru ini ada investor yang tertarik untuk berinvestasi di situs purbakala ini. Adalah Yayasan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang merupakan yayasan asli dari Malaysia, telah mengutarakan niatnya kepada Gubernur Sumsel untuk melakukan pengelolaan situs Bukit Siguntang dalam bentuk BOT (Build Operate and Transfer atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Bangun Kelola dan Alih Milik) untuk dikembangkan menjadi Parameswara Heritage. #osk

x

Jangan Lewatkan

LAYANAN SAMSAT PALEMBANG CEPAT

Jakabaring, BP–Upaya  peningkatan dan penyempurnaan  Pelayanan  Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap)terus diupayakan   di  Sumatera Selatan pada Tahun 2018   sebagai ...