Home / Olahraga / Wushu Incar Tiket PON di Nomor Duilian

Wushu Incar Tiket PON di Nomor Duilian

Palembang, BP

Cabang wushu Sumatera Selatan bereksperimen dengan menurunkan atlet di nomor pertandingan baru, yakni duilian pada kategori Taolu ajang PraPON mendatang.

Ini merupakan perjudian lantaran tempat latihan yang tidak memadai dan peralatan latihan yang terbatas.

Pelatih Wushu Sumsel Ahmad Yani Syaeful, Minggu (12/7) mengatakan, pertandingan nomor duilian punya tingkat kesulitan sendiri. Nomor yang dimainkan secara berpasangan ini terbilang rumit lantaran antarpemain harus memiliki kekompakan dan kerja sama tim.

Lantaran baru pertama tampil di nomor ini, Sumsel tak terlalu berharap bisa meraih medali di PON 2016 mendatang. Namun demikian, target lolos ke Jawa Barat tahun depan paling realistis.

“Selama ini kita fokus di nomor sanda. Kita harap duilian bisa mencuri tiket PON, karena nomor ini bukan nomor favorit, tapi atlet yang lolos PON banyak,” jelas Yani.

Wushu Sumsel akan menurunkan seluruh kekuatan terbaik pada Pra-PON Wushu di Bandung, September mendatang. Di kelas sanda, beberapa atlet yang diandalkan, yakni Sasli Rais, Rahmad Hidayat, Nurhadi, Linggar, dan Andre Pen.

“Perubahan cara penimbangan dalam nomor sanda cukup membuat kami kesulitan, tapi beruntung peraturan tersebut sudah diterapkan saat Porprov Lubuklinggau. Jadi atlet sudah bisa beradaptasi,” ungkapnya

Ia menambahkan, Sumsel akan menurunkan Nabila, Mey Diana, Irma Vivian, Haikal, Siraj dan Rohman, pada nomor duilian ajang PraPON nanti.

Para atlet ini dihadapkan pada tantangan yang tak mudah. Mereka cukup kesulitan dalam hal menjaga kekompakkan. Tapi dengan terus berlatih, ia yakin atlet Sumsel akan dapat bersaing di PON Jabar 2016 nanti.

Terlebih, hampir semua daerah punya provinsi yang sama. Meskipun memang ada provinsi yang terkuat, seperti Sumatera Utara.

“Tentu Sumut jadi lawan berat. Tapi, secara umum perbedaan kekuatan merata. Ada di beberapa nomor kita memiliki peluang untuk mendapatkan medali. Pastinya kita harus semangat dan mempersembahkan yang terbaik,” katanya

Haikal, atlet Wushu Sumsel mengakui, dirinya cukup kesulitan dalam menggabungkan gerakan demi gerakan bersama dua temanya. Tapi, ia yakin bisa padu dalam sebulan terakhir.

“Usai Lebaran, kami pasti bisa. Dengan durasi penampilan satu menit, kami akan bagus. Meskipun perlu latihan dengan matras karena harus ada lompat dan jatuhnya,” tukasnya. O zal

x

Jangan Lewatkan

16 Negara Asia Ramaikan Takraw Asian Games 2018

Palembang, BP– Pesta olahraga bangsa-bangsa Asia yang bakal digeber di Ibukota Jakarta dan Bumi Sriwijaya 2018 mendatang kini terus mengalami ...