Home / Headline / SHM Apartemen The Basilica Diduga Palsu

SHM Apartemen The Basilica Diduga Palsu

PicsArt_1436640865238Palembang, BP
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) nomor SP2HP/191-A/VI/2015/Ditreskrimum Polda Sumsel yang dikeluarkan setelah diuji di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel, Jumat (19/6) lalu, ternyata Sertifikat Hak Milik (SHM) milik Apartemen The Basilica diduga non-identik atau palsu.

“Memang ada tiga SHM yang dipegang pihak Basilica, pertama SHM nomor 1990 tahun 2001, SHM nomor 1991 tahun 2002, dan SHM nomor 5457 tahun 2012. Dari ketiga itu, dua SHM nomor 1990 dan 1991 diuji Labfor sudah non-identik. Sedangkan yang nomor 5457 dalam penyidikan,” ujar Kuasa Hukum Eddy Zakaria, Fernandy Rusdi, Minggu (12/7).

Menurut Fernandy, dalam sengketa tanah yang terjadi antara kliennya yakni Eddy Zakaria dan Apartemen The Basilica di mana saat ini sedang terus dilakukan pembangunan oleh PT Trinitas Properti Persada, kliennya adalah pemilik sebidang tanah seluas kurang lebih 13.280 meter persegi, di Jalan Brigjend Hasan Kasim, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

“Jadi sudah jelas penerbitan SHM dari Basilica tidak benar. Klien kami membeli tanah itu 2009 lalu dari kepemilikan Martini dan itu berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli nomor 33 tahun 2009 dengan bukti kepemilikan SHM nomor 222 tahun 1973,” kata Fernandy.

Namun, masih dikatakan Fernandy, pada 2011 lalu diketahui ada pihak lain yang memanfaatkan tanah tersebut dengan dugaan tindak pidana penyerobotan tanah, sehingga kliennya melaporkan ke Mapolda Sumsel dengan Laporan Polisi nomor: LPB/293/VI/2011/Sumsel pada 20 Juli 2011 lalu.

“Kalau kami tidak benar juga tidak mungkin laporan kami diterima dan terlapor dipanggil. Namun, pihak Basilica tetap melakukan kegiatan pembangunan, bahkan kegiatan pemasaran seperti promosi melalui iklan di berbagai media juga tetap dilangsungkan sampai sekarang ini. Ini sudah jelas penipuan kepada masyarakat luas,” sesalnya.

Tidak hanya itu, dikatakannya, dia bersama tim kuasa hukum Eddy sudah berusaha melakukan mediasi sebanyak tiga kali dengan Basilica. Namun, dari beberapa pertemuan tersebut tidak ada keseriusan dari Basilica. Sehingga hasil yang diperoleh nihil atau tidak ada sama sekali.

“Kami menilai pihak Basilica tidak memiliki niatan serius dalam menyelesaikan masalah ini. Di sini kami butuh kejelasan, tetapi hasilnya seperti ini. Sehingga klien kami mengambil jalur hukum untuk menyelesaikan sengketa tanah ini,” jelasnya.

Untuk itu, Fernandy berharap, PT Trinitas Propeti Persada menghentikan seluruh kegiatan pemasaran Apartemen The Basilica sampai permasalahan hukum selesai. Kemudian, meminta Pemerintah Kota Palembang untuk segera mencabut, tidak menerima, atau memperpanjang terkait perizinan pembangunan tersebut.

“Intinya jika hal itu dilakukan sudah jelas arahnya akan menimbulkan masalah baru saja. Jadi masyarakat juga perlu kritis kepada suatu produk yang ditawarkan, jangan sampai menjadi korban,” pungkas Fernandy. #rio

x

Jangan Lewatkan

Sosialisasi Pilgub Sumsel Dan Pemilu, KPU Sumsel Libatkan Stekholder Terkait

Palembang, BP Dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yaitu Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) 2018 ...