Home / Headline / Pembangunan Kolam Renang Terganjal Masalah Hukum

Pembangunan Kolam Renang Terganjal Masalah Hukum

Picture 5034
Muaraenim, BP

Pembangunan kolam renang megah yang telah menghabiskan dana Rp17 miliar lebih di Kabupaten Muaraenim tertunda. Pasalnya pembangunan yang dilaksanakan manajemen PT Bukit Asam itu terganjal masalah hukum menyusul adanya pengaduan sekelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke penyidik Polres Muaraenim.

“Bagaimana kita mau melanjutkan pembangunan kolam renang itu, kan sekarang masih diperiksa petugas Polres gara-gara ada pengaduan dari LSM,” jelas Sekretaris Perusahaan PT BA Tbk Tanjung Enim Joko Pramono, beberapa hari lalu di sela acara buka bersama dengan awak media.

Baca:  Laba Bersih PT Bukit Asam Rp2,02 Triliun

Meski masih dalam proses pemeriksaan pihak kepolisian, pihak PT BA tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan kolam renang tersebut. “Masalah kelanjutan pembangunannya nanti saya akan menghadap Pak Sekda Muaraenim untuk membicarakannya,” jelas Joko.

Menurutnya, pembangunan kolam renang itu tinggal 30 persen lagi yang belum terselesaikan. Pihaknya berkeinginan secepatnya menyelesaikan pembangunan kolam renang dengan dana CSR PT BA itu karena Muaraenim telah ditunjuk menjadi tuan rumah pekan Olahraga Provini (Perprov) tahun 2017.

Baca:  Arviyan Arifin Jabat Dirut PTBA

“Sebenarnya pada awal bulan Januaru lalu kita sudah mau menenderkan pekerjaan penyelesaian kolam renang yang tinggal 30 persen lagi. Tetapi karena telah diadukan LSM ke Polres Muaraenim makanya tendernya kita tunda. Kita kadang serba sulit mau berbuat baik saja masih saja dilaporkan,’ jelasnya.

Dia mengakui bahwa penyelesaian pembangunan kolam renang yang akan diserahkan ke Pemkab Muaraenim itu telah mengelami keterlambatan dari jadwal yang telah ditetapkan. #nur

x

Jangan Lewatkan

Sumsel Siaga Musim Hujan

Palembang, BP Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel), gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Banjir dan Tanah Longsor tahun ...