Home / Sumsel / Ogan Ilir / Longsor di Desa Tanjung Serian, 2 Rumah Hancur

Longsor di Desa Tanjung Serian, 2 Rumah Hancur

Inderalaya, BP

Gara-gara longsor di Desa Tanjung Serian, Kecamatan Sunagai Pinang, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), sedikitnya dua rumah hancur dan tujuh rumah lainnya retak.

Tidak hanya rumah, lantai Masjid Syarul Mukminin mengalami keretakan sepanjang 10 meter.
Dua rumah yang hancur tersebut milik Majrul (45) dan M Soleh (45).

Longsor yang tejadi tepat ditepi Sungai Ogan ini terjadi pada Kamis (9/7), dinihari. Warga menduga, longsor akibat imbas dari penambangan pasir illegal beberapa waktu lalu sebelum dihentikan paksa warga.

Pantauan, dua rumah hancur terperosok ke tepi Sungai Ogan dengan kedalaman enam meter.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, hanya saja barang milik warga tidak tersisa hacur akibat longsor.

Ketua RT 02 Dusun 1, Desa Serian, Asrofi, Jumat (10/7) mengatakan, longsor terjadi Kamis dini hari saat warga sedang tidur pulas.

“Kami semua sedang tidur pulas. Tiba-tiba dua rumah warga roboh dan hancur. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” singkatnya.

Pasutri Soleh dan Suyati,.tidak bisa membayangkan jika dalam hitungan menit tidak sempat keluar rumah saat longsor terjadi dan menghancurkan rumah tinggalnya.

Niat untuk berhari raya Idul Fitri dengan sanak saudara yang dilakukan hampir setiap tahunnya ini sirna dalam sekejap. Suyati berkisah saat kejadian dirinya dan keluarganya sedang tidur pulas pada Kamis (9/7), sekitar pukul 00.30.

“Kami sedang ada di dalam rumah. Tiba-tiba terdengar gemuruh didepan. Saya lihat rumah Pak Majrul tidak jauh dari rumah saya sudah roboh ke bawah,” katanya.

Panik, Suyati langsung lari ke dalam dan memangil sang suami dan anaknya untuk segera keluar. Tidak sampai satu menit, rumah kesayangannya beserta seluruh harta bendanya roboh dan hancur.

“Ini hanya pakaian yang ada dibadan saja. Semua barang berharga habis. Kami lebih memilih menyelamatkan keluarga. Di tenda inilah sementara kami tinggal. Apalagi mau lebaran, saya bingung,” jelasnya.

Harapan yang ada dibenaknya ialah uluran tangan baik dari pemerintah maupun para dermawan untuk keberlangsungan hidupnya ke depan.

“Kami tidak punya tanah untuk membangun, kami sangat memmerlukan bantuan,” tambah Soleh. #hen

x

Jangan Lewatkan

ASN Pemkab OI Keluhkan Soal TPP yang Tidak Adil

Inderalaya, BP–Polemik Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI) terus ...