Home / Headline / Temukan Candi, Penggalian Arkeologi di Bukit Siguntang Dilanjutkan

Temukan Candi, Penggalian Arkeologi di Bukit Siguntang Dilanjutkan

284072_2232460700838_1126031_n(1)

Palembang, BP
Balai Arkeologi (Balar) Palembang pertengahan Agustus 2015 ini akan melanjutkan penggalian arkeologi di Bukit Siguntang Palembang.
Dalam penggalian sebelumnya Balar Palembang menemukan sundulan batu yang diperkirakan stupa atau bangunan bagian atas sebuah candi zaman Kerajaan Sriwijaya, di kawasan Bukit Siguntang. “Ya sekitar dana Rp60 juta akan kita gunakan untuk penggalian lanjutan dari APBN,” kata Kepala Balai Arkeologi Palembang Nurhadi Rangkuti, Jumat (10/7).
Penggalian ini merupakan lanjutan penelitian Kerajaan Sriwijaya di wilayah kerja Balar Palembang yaitu Sumsel, Jambi, dan Bangka (situs Kotakapur).
“Wilayah kerja Balar Palembang yang ada situs-situs Sriwijaya yang di wilayah-wilayah itu,” katanya. Untuk  Sumsel fokus penelitian dilakukan di Bukit Siguntang dan Candi Lesungbatu Musirawas (Mura). Sedangkan di  Provinsi Jambi penggalian dilakukan terkait Candi di Muara Jambi dan di Pulau Bangka atau di Kota Kapur lebih mengkaji prasasti Sriwijaya yang ditemukan selama ini.
“Ya penggalian di Bukit Siguntang untuk menambah data tentang  Kerajaan Sriwijaya abad 7, sedangkan Candi Lesungbatu untuk mengungkap tata ruang candi Hindu dan lingkungannya karena itu peninggalan kerajaan Sriwijaya sekitar abad 10-13 masehi,” katanya.
Rangkuti mengakui di Bukit Siguntang dalam penggalian sebelumnya ditemukan bangunan yang bentuk  bangunanannya  bata namun belum jelas abadnya. “Yang di Bukit Siguntang kemungkinan bangunan stupa tapi belum ketemu bagian stupanya, bisa jadi Candi dan bangunannya bisa jadi melebar,” katanya.
Karena itu menurut Nurhadi  penggalian harus dilanjutkan tiap tahun. Difokuskan di atas Bukit Siguntang yang lahannya masih kosong. Sebelumnya  Nurhadi Rangkuti memastikan kalau sekitar abad ke VII pusat kerajaan Sriwijaya ada di kota Palembang.
    Hal ini membantah klaim Provinsi Jambi dan Riau yang mengatakan kalau pusat kerajaan Sriwijaya ada di Jambi dan Riau hingga saat ini.

    “Ini dari bukti-bukti dimana sudah ada masyarakat cukup maju dimana sudah ada kontak dengan dunia luar , sejak awal masehi dibandingkan Jambi dan Riau kalau kerajaan Sriwijaya terbangun sejak awal IV masehi sampai abad ke VII , itu merupakan salah satu bukti kalau Kerajaan Sriwijaya membangun kerajaannya di tempat yang sudah maju, ( kota Palembang), dari Berita Cina menyebutkan sebelum Sriwijaya ada namanya kerajaan Kantoli,” katanya.

    Selain itu dari bukti arkeologi tentang keberadaan kerajaan Sriwijaya muncul di abad ke V dan Abad VI dan lebih banyak di Sumsel terutama di Karang Agung Tengah, Muba  dan Air Sugihan, Banyuasin sementara di pantai Timur Jambi tidak ditemukan dan kalau Riau belum ditemukan, saya dengar Riau itu Balai Arkeologi Medan setahu saya belum menemukan yang tuanya sama di Karang Agung Tengah dan Air Sugihan,” katanya.

       Nurhadi memastikan sejarah Kerajaan Sriwijaya lebih panjang dan lebih lama dibandingkan Kerajaan yang ada di Pulau Jawa seperti Mataram, Majapahit dan sebagainya. #osk
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Masuk Ruang Politik Transaksional

Jakarta, BP–Peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) 10 Desember diperingati hari ini di banyak tempat sebagai  bagian dari upaya  umat ...