Home / SFC / Sponsor Hanya Bayar 20 Persen

Sponsor Hanya Bayar 20 Persen

Palembang, BP

Meski kompetisi mengalami kevakuman, sejumlah sponsor tradisional Sriwijaya FC tetap memenuhi kewajibannya kepada klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu, kendati tidak penuh.

Direktur Marketing dan Promosi SFC, Kamis (9/7) mengatakan, kompetisi Qatar National Bank (QNB) League musim ini telah selesai. Para sponsorpun telah menghentikan kucuran dana buat SFC.

Tapi Nirmala mengungkapkan bila sponsor tradisional, seperti Bank SumselBabel, PT Tambang Batubara Bukit Asam, dan Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) tetap bijaksana. Sponsor tradisional ini tetap membayar dana yang dijanjikan untuk SFC.

“Tapi memang tidak 100 persen, hanya 20 persen dari angka yang disepakati sebelumnya,” ungkapnya.

Sponsor tradisional tak bisa mencairkan dana penuh lantaran kompetisi dihentikan. SFC hanya melakoni tiga pertandingan saja musim ini, setelah itu PT Liga menghentikan kompetisi.

Tak hanya dihentikan, kompetisi bahkan kemudian dianggap selesai. Hal itulah yang membuat sponsor tak bisa mencairkan dana lebih karena memang sulit membuat laporan pertanggungjawabannya.

“Makanya hanya 20 persen dari nilai kontrak saja yang kita dapatkan, tapi itu tetap kita syukuri,” jelasnya.

Ia menambahkan, SFC kini bersiap turun di Piala Indonesia I pada 15 Agustus mendatang. Ia optimis, sponsor akan lebih banyak berdatangan.

Pasalnya, setelah sekian lama vakum, kerinduan pecinta bola tanah air akan terobati dengan turnamen ini, apalagi tim-tim yang turun merupakan tim besar dengan jumlah suporter yang banyak.

“Ini tentu ratingnya bakal tinggi. Kalau live di televisi, lihat saja banyak yang mau pasang iklan. Karena memang ini dinantikan,” ujar Nirmala.

Lantaran itulah, ia yakin sponsor akan lebih banyak dan pihaknya akan segera menjalin komunikasi dengan mereka.

“Meski disubsidi dari pihak sponsor, kita juga harus punya dana sendiri untuk operasional. Makanya dalam waktu dekat kita segera komunikasi dengan sponsor,” katanya.

Sementara itu Direktur Keuangan PT SOM Yuliar mengatakan, promotor Piala Indonesia I, Mahaka Sport and Entertainment, sudah menjanjikan match fee sebesar Rp50 juta per pertandingan. Namun begitu, pemasukan itu tidak cukup untuk menutupi besarnya pengeluaran jika melakoni laga tandang.

Setiap kali harus tandang, SFC memerlukan dana yang tidak sedikit. Tur ke Bandung saja, Manajemen harus merogoh kocek hingga Rp250 juta. “Makanya perlu dana selain dari promotor,” ujarnya. O zal

x

Jangan Lewatkan

Ternyata Ini Penyebab Konate Belum Latihan

  Palembang, BP   Gelandang asal Mali Makan Konate, seharusnya sudah tiba di Palembang Selasa (6/12) malam. Tapi kenyataannya, ia ...