Home / Sumsel / Polda Sumsel Netral Dalam Pelaksanaan Pilkada

Polda Sumsel Netral Dalam Pelaksanaan Pilkada

kabid-humas-polda-sumsel-kombes-pol-djarod-padakova_20150703_153112Palembang, BP
Seluruh jajaran Polda Sumsel harus bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada serentak di Sumsel mendatang. Apabila ada yang terindikasi tidak netral, sanksi akan diberikan sesuai bentuk pelanggaran yang dibuat.
“Itu sudah menjadi perintah bapak kapolda dan harus dipatuhi selama pelaksanaan pilkada. Sanksi yang diberikan akan disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan,” kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, Rabu (8/7).
Djarod mengatakan, Polda Sumsel menerjunkan dua per tiga personel dari seluruh personel jajaran Polda Sumsel yang ada. Mulai dari satuan lantas, satuan intel, hingga reskrim dilibatkan dalam pengamanan nanti.
Sementara itu Potensi konflik dan kecurangan pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) muncul karena penyelenggara pemilu tidak profesional. Karena itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) Aspahani mengingatkan agar KPU Kabupaten penyelenggara Pilkada bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi netralitas sebagai penyelenggara.
“Penyelenggara pemilu wajib menjunjung tinggi netralitas. Tidak memihak kepada salah satu calon,” kata Aspahani, Rabu  (8/7).
KPU Sumsel sendiri, jelas Aspahani, akan mengantisipasi terjadinya konflik dengan berkoordinasi bersama tujuh KPU penyelenggara  Pilkada. Selain itu, KPU juga terus menjalin komunikasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun pihak-pihak terkait, seperti kepolisian dan TNI.
“Biasanya konflik mulai memanas saat terjadi rekapitulasi suara setelah dilakukan pemungutan suara di TPS. Antisipasinya nanti dari bawah (TPS) kita minta data langsung dengan men-scan hasil C1 yang nantinya ditampung server di KPU Sumsel dengan menyimpan hasil asli. Jika ada perselisihan, maka akan kita buka hasilnya agar transparan,” katanya. #osk

x

Jangan Lewatkan

Pilgub Sumsel 2018, Posisi PDIP Dan Golkar Kuat

Palembang, BP Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kholil Pasaribu melihat pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ...