Home / Sumsel / Musirawas / Mura Ajukan ‘Executive Review’ ke Presiden

Mura Ajukan ‘Executive Review’ ke Presiden

  • Tapal Batas Mura-Muba

 

Muarabeliti, BP

Tapal batas antara Kabupaten Musirawas (Mura) dan Musi Banyuasin (Muba) hingga kini belum juga selesai.  Pemkab Mura mengajukan peninjauan kembali melalui instansi  tinggi di pemerintahan pusat atau executive review ke Presiden RI. Pemkab Mura akan mengajukan eksekutif review yang kedua setelah yang pertama belum ada  respon dari pemerintah pusat.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Muratara Rehal Ikhmal mengatakan, Pemkab Mura sudah mengajukan executive review masalah tapal batas dengan Muba sudah sejak Desember 2014 ke Presiden. Namun hingga saat ini belum ada jawaban. Karena belum ada jawaban pemkab akan mengajukan executive review untuk kedua kalinya.
“Kalau tidak ada jawaban setelah Hari Raya Idul Fitri 1436 H akan mengajukan kembali executive review kepada presiden,” ungkapnya.
Diakuinya untuk mempertanyakan surat yang pertama dari pemkab Mura sudah beberapa kali ke Sekretaris Negara (Sekneg). Jawaban dari Sekneg saat ini masih ada masalah pembagian tugas antara Menteri Desa Tertinggal dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
.Makanya kita akan mengirim surat kembali menindaklanjuti surat pertama. Pengajuan surat itu katanya, karena Pemkab Mura menolah tapal batas baru. Dan menginginkan tapal batas tetap yang lama.
“Kita menolak tapal batas baru, tetap berpatokan dengan tapal batas lama,” ungkapnya.
Karena kalau tapal batas baru, wilayah Mura hilang 17 ribu hektar. Padahal tapal batas lama sudah ada patok dan disetujui Muba. Kalau bicara executive review tidak ditanggapi, maka pemkab Mura akan mengajukan judicial review.
“Kita menginginkan diselesaikan secara musywarah mufakat makanya diajukan executive review Kalau yudisial review sudah melalui hukum,” terangnya.
Ditambahkannya sebenarnya wilayah yang diaku Muba tersebut, sebelumnya diberi Mura untuk transmigrasi akibat bencana Gunung Galunggung. “KIta memberikan lahan untuk Rukun Rahayu dan  Mekar jaya sebagai aksi kemanusian,” tegasnya.
Dia tidak menampik sebenarnya dua wilayah. Tersebut mau diberikan, tetapi tidak sebanyak itu. Untuk diketahui dua dusun tersebut di Muba masuk kecamatan. Sungai Keruh, sedangkan di Mura masuk Kecamatan Muara Lakitan. #wan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sejumlah Jembatan Dirampungkan di Mura

Muarabeliti, BP Pembangunan sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Musirawas (Mura), hingga kini terus dilakukan, guna mempercepat upaya pihak ...