Home / Hukum / Bersyukur Divonis Enam Tahun

Bersyukur Divonis Enam Tahun

Palembang, BP

BP/HARIS SUPRAPTO VONIS-Terdakwa Herwan saat mendengarkan vonis yang dijatuhkan majelis hakim pada persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (8/7).

BP/HARIS SUPRAPTO
VONIS-Terdakwa Herwan saat mendengarkan vonis yang dijatuhkan majelis hakim pada persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (8/7).

Meski vonis yang dijatuhkan majelis hakim hanya satu tahun lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum, namun Herwan alias Iwan (32) terdakwa kasus penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia, terlihat lega dan langsung menerima putusan.

“Berdasarkan keterangan saksi dan bukti di persidangan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tidak pidana penganiayaan hingga orang lain meninggal dunia, sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat 3 KUHP,” ujar majelis hakim yang diketuai Binsar Ghultom, Rabu (8/7).

Sehingga atas beberapa pertimbangan antara lain, hal yang memberatkan akibat perbuatan terdakwa telah mengakibatkan orang lain meninggal dunia dan selama persidangan terdakwa tidak mengakui dengan memberikan berbelit-belit serta terdakwa pernah dihukum.

Serta karena terdakwa menyesali perbuatannya dan pada saat kejadian terdakwa membela diri, sebab sebelumnya terdakwa sempat diserang, hingga terjadi tindak pidana penganiayaan.

“Sehingga menjatuhkan kepada terdakwa dengan pidana enam tahun penjara dan memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan,” tegas Binsar.

Atas putusan ini, majelis melanjutkan terdakwa berhak menolak dengan mengajukan banding. Namun apabila dalam waktu yang telah ditentukan terdakwa tidak menyatakan sikap, maka dianggap menerima dan putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap.

Pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang sebelumnya terdakwa Herwan alias Iwan dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Romi Pasolini dengan pidana penjara selama tujuh tahun. Setelah amar putusan dibacakan, pengunjung sidang yang belakangan diketahui merupakan keluarga korban Rinto Mardiansyah tak terima dan merasa hukuman enam tahun penjara yang dijatuhkan kepada terdakwa masih dirasa lebih ringan.

“Yang dibunuh itu nyawa orang, bukan sembarangan, tidak mungkin hukumannya cuma enam tahun. Mungkin sidang ini ada permainan,” ujar seorang wanita paruh baya yang menyaksikan persidangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, tindak pidana penganiayaan ini dilakukan warga Jalan Ahmad Yani, Lorong H Umar, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang pada 5 Juli 2010, sekitar pukul 20.30, di Jalan HM Ryacudu, Lorong Sadar, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan SU I. Di mana terdakwa telah menusuk perut korban Rinto hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit selama 13 hari sebelum meninggal dunia.

Oris

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sesjen MPR: GBHN Memperbaiki Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

Jakarta, BP–Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono menegaskan,  untuk memperbaiki sistem perencanaan pembangunan nasional  keberadaan haluan negara sangat penting. Sebab, ...