Home / Hukum / Kurir Shabu Antar Provinsi Dituntut 14 Tahun Penjara

Kurir Shabu Antar Provinsi Dituntut 14 Tahun Penjara

Palembang, BP

BP/HARIS SUPRAPTO SIDANG-Terdakwa Basri Nangyu saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Palembang.

BP/HARIS SUPRAPTO
SIDANG-Terdakwa Basri Nangyu saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Palembang.

Basri Nangyu (50) terancam bakal kehilangan kebebasan selama empat belas tahun penjara, setelah dituntut Jaksa Penuntut Umum, Agustina Eka Saptarina dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, kemarin.

Selain itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menuntut warga Jalan KH Azhari, Lorong Masjid, Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan SU I Palembang ini untuk membayar denda sebesar Rp1 miliar, subsider tiga bulan penjara.

“Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika sebagai mana diatur dalam pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009,” ujar Agustina.

Setelah medengarkan tuntutan JPU, majelis hakim yang diketuai Parlas Nababan, memberikan kesempatan kepada terdakwa menyiapkan materi pembelaan.

“Untuk itu sidang kita ditunda dan dilanjutkan kembali pekan depan dengan agenda pledoi, kepada terdakwa diminta menyiapkan materi pembelaan,” tandasnya.

Sementara itu, usai persidangan penasihat hukum terdakwa, A Rizal mengatakan dalam pembelaan yang akan dibuat secara tertulis dan disampaikan pada persidangan pekan depan, akan meminta keringanan hukuman.

“Terdakwa sudah terbukti dan mengakui perbuatannya, namun jelas ada pertimbangan yang mungkin bisa meringankan hukuman terdakwa,” katanya.

Dari fakta persidangan, terungkap terdakwa diamankan anggota Reserse Narkoba Polresta Palembang saat berada di kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, setelah turun dari pesawat, pada 19 Maret lalu.

Setelah petugas menerima informasi adanya pengiriman narkotika melalui jalur udara, dari Batam menuju Palembang. Setelah menunggu kedatangan terdakwa, petugas langsung melakukan penggeledahan.

Dalam penggeledahan tersebut pihak yang berwajib menemukan empat paket narkotika jenis shabu seberat 394,59 gram yang disimpan terdakwa di dalam kaus kaki yang dipakainya dalam sepatu cokelat merk cattepillar.

Ketika dilakukan pemeriksaan, terdakwa mengakui bahwa pengiriman serbuk setan tersebut berawal ketika terdakwa yang diajak temannya pergi ke Batam menemui Mail (DPO).

Kemudian Mail memberikan empat paket shabu kepada terdakwa yang dimasukkan ke dalam kaus kaki dan rencananya akan diantarkan kepada seseorang di Palembang.

Bila berhasil dalam pengantaran ratusan gram barang haram tersebut, terdakwa mengakui akan mendapat upah sebesar Rp2.500.000. Namun aksi tersebut lebih dulu diendus aparat kepolisian, sehingga terdakwa langsung ditangkap, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya

#ris

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Eswadi Dibantai di Kebun Karet

PALI, BP–Jenazah Eswadi (49) ditemukan dengan kondisi bersimbah darah dengan sejumlah luka sabetan senjata tajam. Jasad korban ditemukan warga Desa ...