Home / Sumsel / Ogan Komering Ilir / Warga Panen Paksa Sawit, 20 Tahun Lahan Dikangkangi

Warga Panen Paksa Sawit, 20 Tahun Lahan Dikangkangi

Kayuagung, BP

            Sedikitnya 70 warga R3 desa Muara Burnai I, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI melakukan panen paksa Kebun Sawit Pola Kebun Sawit Rakyat (KSR) PT Tania Selatan, Jumat (3/7) sekitar pukul 09.00. Warga mengklaim, lahan mereka sudah 20 tahun dikangkangi sementara perusahaan menjanjikan memberikan lahan mereka tersebut.

Warimin, atas nama warga mengatakan  mereka sudah cukup sabar menunggu perusahaan dalam hal ini PT Tania Selatan memenuhi janji. Karena sejak dibuka tahun 1995 sampai saat ini lahan tersebut dinikmati oknum lain.

”Bayangkan saja, lahan kita tetapi  dinikmati oleh oknum atau orang lain, padahal tanah kita sudah memiliki surat-surat dalam bentuk SKT,” ujarnya.

Lahan milik warga tersebut kata Warimin seluas 144 hektar yang terletas bersebelahan dengan tanah milik Korpri. Kami membuka lahan tersebut sudah sejak tahun 1986 lalu dan pihak PT Tania Selatan maupun Pemkab OKI juga tahu bahwa lahan tersebut milik warga.

”Nyatanya setelah sawit ditanam dan membuahkan hasil yang panennya bukan waga desa Muara Burnai I, tapi banyak dikuasai oleh mantan pejabat Dinas Perkebunan OKI,” ungkap Warimin.

Sementara pantauan di lapangan, warga yang datang kelokasi kebun sawit dengan menggunakan sepeda motor dan mobil tersebut siap melakukan panen dilengkapi dengan alat pemanen. Namun saat warga hendak memanen, petugas dari Polres OKI seperti Kasat Intel  AKP Eko S dan anggota, Camat Lempuing Dody A, Kapolsek Lempuing Jaya Ipda Najamudin, Kapolsek Mesuji Raya Ipda Irwan Sidiq berhasil mencegah

Berkat ditengahi anggota Polres OKI dan Polsek Lempuing Jaya dan pihak Kecamatan akhirnya warga menghentikan melakukan pemanenan serta melakukan perundingan dengan pihak penjaga kebun tersebut  meminta waktu untuk dilaporkan kepada pemilik lahan dan pada Rabu (8/7) mendatang akan melakukan pertemuan untuk membahas masalah lahan warga tersebut.

Sementara Ahmadi, selaku kuasa warga menyebutkan bahwa beberapa hari lalu pihaknya sudah melaporkan sengketa lahan tersebut ke Pemkab OKI yang ditanggapi oleh Wabup OKI HM Rifa’i SE selaku ketua Tim Terpadu masalah lahan, namun pihak Pemda terkesan lamban, akhirnya warga mendatangi lokasi kebun untuk memanen buah sawit.

”Namun upaya warga memanen terhenti karena ada petugas Polres OKI yang meminta agar permasalahan diselesaikan secara musyawarah,” ujar Ahmadi.

Sedangkan Camat Lempuing Jaya Doddy A mengaku belum mengetahui persis siapa sebenarnya pemilik kebun sawit yang lahannya di klaim warga tersebut, yang jelas warga memang ada surat kepemilikannya berupa SKT dan memang benar berdomisili di desa Muara Burnai I, namun untuk jelasnya nanti pada Rabu (8/7) mendatang akan dilakukan pertemuan. #ros

x

Jangan Lewatkan

Kecamatan Cengal Mulai Rasakan Listrik

Kayuagung, BP–Sudah dua pekan ini warga di Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir menikmati jaringan listrik. Jaringan ...