Home / Headline / Didukung PNS, Balon Kepala Daerah Terancam Pidana

Didukung PNS, Balon Kepala Daerah Terancam Pidana

ketua-bawaslu-sumsel-andika-pranataPalembang, BP
Dukungan pasangan bakal calon kepala daerah (balonkada) perseorangan pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015 tidak didapatkan dari semua lapisan masyarakat.
Berdasarkan pasal 97 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 9 tahun 2015 tentang Pencalonan, Anggota TNI, Kepolisian, Pegawai Negeri Sipil, KPU, PPK, PPS, dan KPPS tidak memiliki hak memberikan dukungan.
Kemudian Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwas Kabupaten/Kota, Panwas Kecamatan, PPL, pegawai kesekretariatan penyelenggara pemilihan dan pengawas pemilihan dilarang memberikan dukungan kepada pasangan calon perseorangan.
“PPS harus mengenali wilayahnya. Kalau menemukan pendukung tidak memenuhi syarat, harus dicoret,” kata  Ketua Bawaslu Sumsel Andika Pranata Jaya di Kantor Bawaslu Sumsek, Jl A Rivai Palembang,  Jumat (3/7).
Menurut Andika, memanipulasi dukungan dapat diketahui pada saat verifikasi faktual. Pemilih membuat pernyataan tidak pernah memberikan dukungan kepada pasangan calon, jika namanya dicatut dalam berkas dukungan.
Jajaran pengawas pemilihan bertugas memastikan proses penelitian administrasi dan faktual berjalan memenuhi ketentuan dan perundang-undangan. Selain melakukan pengawasan langsung, pengawas pemilihan juga akan mengkroscek melalui sistem audit dukungan dan sampling.
“Kalau nanti penyelenggara menyatakan dukungan memenuhi syarat dan ternyata ditemukan tidak sesuai, adanya bantahan dari orang yang tercantum memberi dukungan, atau ditemukan pendukung tidak memenuhi syarat, pengawas pemilihan akan memproses potensi pidana pemilihan,” katanya. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jasad Nata Tersangkut di Eceng Gondok

Palembang, BP–Warga pinggiran Sungai Komering di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin mendadak heboh setelah menemukan mayat laki-laki tersangkut ...