Home / Headline / Bertengkar Dengan Istri, Suami Pilih Gantung Diri

Bertengkar Dengan Istri, Suami Pilih Gantung Diri

20150703_112700Palembang, BP
Dilatarbelakangi pertengkaran terhadap sang istri, Hasan (42), seorang bapak empat anak ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan kain, di pintu dapur rumahnya, di Jalan May Zen, Lorong Harapan Wijaya I, RT 32, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang, Jumat (3/7), sekitar pukul 04.00.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang plastik di Pasar Lemabang, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang ini, bertengkar dengan sang istri yang diketahui bernama Ayu. Pertengkaran tersebut muncul setelah Ayu mengetahui korban menerima Short Message Service (SMS) dari seorang wanita lain yang bukan lain teman dagang di pasar.

Merasa kesal dan tersinggung dengan SMS wanita tersebut, Ayu memutuskan meninggalkan rumah sejak Kamis (25/6) lalu, ke rumah keluarganya yang lain. Namun, karena masih kesal meskipun korban sudah merayu dan mengajaknya pulang, akhirrnya korban memutuskan untuk gantung diri.

Menurut keterangan tetangga korban, Yani (33), ia mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 06.00, setelah anak korban bernama Yuda (15) mendatangi kediamannya yang berada di depan rumah korban untuk memberitahu jika ayahnya telah tewas gantung diri di dapur rumah.

“Jadi pagi-pagi tadi Yuda ke rumah manggil-manggil, tanpa basa-basi Yuda langsung mengajak ke rumahnya untuk melihat kondisi ayahnya. Jadi saya bersama warga sekitar langsung mendatangi rumah korban dan korban sudah tergantung,” ujarnya, saat dijumpai di lokasi kejadian ini.

Masih dikatakan wanita berjilbab ini, memang keputusan akhir korban ini karena masalah pertengkaran dengan sang istri. Namun, sebelumnya korban sudah dinasihati oleh warga sekitar, tetapi korban sepertinya sudah tidak ada jalan lain sehingga mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu.

“Padahal memang korban sempat ngomong, setelah dia merayu dan istri tidak ingin diajak pulang katanya sudah tidak ada harapan lagi,” katanya.

Selain itu, sambungnya, ia dan tetangga sekitar juga tidak ada yang menyangka jika korban mengakhiri hidupnya dengan cara yang tak wajar. Padahal, korban kesehariannya baik, suka menolong tetangga dan ceria.

Sementara itu, Kapolsek Kalidoni Palembang AKP Rachmat S Pakpahan menjelaskan, pihaknya sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan dari warga setempat. Melihat dari tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan murni gantung diri.

“Diamankan juga barang bukti berupa kain gendongan bayi yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya ini. Bahkan, pihak keluarga korban juga menolak untuk dilakukan visum maupun autopsi,” kata Pakpahan. #rio

x

Jangan Lewatkan

12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Palembang, BP–Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu masih menjalani pemeriksaan di Mako ...