Home / Headline / Warga Kecam Baliho Kandidat

Warga Kecam Baliho Kandidat

IMG_20150630_141610PALI, BP
Meskipun penetapan calon bupati masih menyisakan waktu dua bulan lagi, baliho kandidat bupati-wakil bupati PALI sudah bertebaran. Seperti yang dilakukan pasangan Eftiyani‎-Mukhtar Jayadi. Pasangan ini secara terang-terangan memasang foto mereka dan bertebaran  sepanjang jalan protokol di kota Talang Ubi.

Pantauan wartawan, ‎hampir di setiap pojok jalan terpampang foto pasangan kandidat tersebut. Mulai dari baliho ukuran besar setinggi dua meter sampai ukuran terkecil selebar setengah meter.

Namun pemasangan baliho ini memancing protes dari sebagian masyarakat. Seperti diungkapkan tokoh pemuda PALI, Mulyadi Asoy.

Mulyadi menyesalkan pemasangan foto-foto secara serampangan tanpa mengindahkan tahapan pemilukada. “Seharusnya pemasangan baliho mengikuti aturan, yaitu dipasang KPUD,” jelas Mulyadi.

Menurut Mulyadi, saat ini masih tahapan pendaftaran, baru menyelesaikan pendaftaran balon independen. Sementara pendaftaran balon utusan parpol masih satu bulan lagi. Sudah selayaknya para kandidat untuk menahan diri.

“Berikanlah pendidikan politik yang baik bagi masyarakat. Karena pendidikan politik yang baik akan mempengaruhi Wajah kabupaten PALI Dimasa mendatang” jelas Mulyadi yang juga ketua Forum Aspirasi Masyarakat PALI (FAM-PALI) itu.

Untuk itu Mulyadi berharap kepada perangkat pemilukada seperti Panwaslu untuk memberikan tindakan secara persuasif kepada para kandidat yang diduga berkampanye sebelum start dimulai.

“Perangkat pemilukada harus punya prinsip agar kita bisa sukses melaksanakan pemilukada pertama ini,” tegas Mulyadi.

Hal senada juga disampaikan oleh Putri, warga Kelurahan Handayani, Kecamatan Talang Ubi. Menurut dia, pemasangan baliho kandidat justru mengesankan persaingan tidak sehat.

“Seharusnya masang spanduknya bareng-bareng. Biar enak melihatnya. Lain halnya kalau memasang spanduk ucapan Ramadhan atau Lebaran, kesannya lebih sejuk. Kalau kampanye kayak gini kita jadi gak enak melihatnya,” ujar Putri.

Hal senada diutarakan oleh Ketua Tim Pemenangan pasangan Sukeh (Sukarman-Edi Herianto) yang juga sama-sama maju dari jalur independen.

“Kita kan masih balon. Artinya bakal calon, artinya pula belum pasti sebagai calon. Yang menentukannya KPUD. Kami belum berani masang baliho sebelum ditetapkan KPUD,” jelas Almarizal.

‎Almarizal mengaku timnya tahu diri dan tunduk pada ketentuan KPUD. “Kita ingin bersaing sehat. Aturannya jelas, yang memasang spanduk itu KPUD setelah ada penetapan resmi. Jadi, kita berikan saja wewenang itu kepada KPUD. Jangan sampai melangkahi,” ujar Almarizal yang juga pengusaha muda asal PALI itu.

Sementara itu Ketua KPUD Muaraenim Rohani, SH yang dihubungi menyerahkan sepenuhnya kepada Panwaslu untuk menanggapi hal ini. “Tanya langsung Panwaslu saja, mereka lebih kompeten” kata Rohani.

Zahri Gusniarto, SPd, Ketua Panwaslu Kabupaten PALI yang dihubungi menyatakan bahwa pemasangan baliho tersebut sebagai hal yang lumrah. “Sah-sah saja karena KPUD belum menetapkan pasangan peserta pemilukada secara resmi. Sebelum ada penetapan boleh-boleh saja,” ujar Zahri.‎#hab

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...