Home / Pendidikan / Palembang Bidik Rekor Sekolah Inklusif Terbanyak

Palembang Bidik Rekor Sekolah Inklusif Terbanyak

Palembang, BP

Sekolah inklusif atau sekolah yang mendidik anak berkebutuhan khusus menunjukkan perkembangan pesat dari tahun ke tahun di Kota Palembang. Hal ini mendorong Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang mematok target memecahkan rekor sebagai kota paling banyak memiliki sekolah yang menerapkan pendidikan inklusif pada 2016.

“Jakarta masih pemegang rekor paling banyak menjalankan sekolah inklusif dengan jumlah siswa 4.000 orang. Nah pada 2016, kami mencoba memecahkan rekor tersebut,” kata Kepala Seksi (Kasi) TK/SD Disdikpora Kota Palembang Haris Basid, saat ditemui di ruangannya, Rabu (1/7).

Menurut dia, untuk mencapai target tersebut, pihaknya sejak tahun 2015 ini sudah melakukan pendataan sekolah inklusif.

“Palembang baru memiliki sembilan sekolah inklusif dengan jumlah 341 siswa. Kalau mau memecahkan rekor, mesti ada penambahan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sembilan sekolah tersebut, yakni SDN 118, SDN 124, dan SMPN 14 di Kecamatan Sako. Kemudian SDN 220, SDN 73, serta SMPN 25 di Kecamatan Seberang Ulu 1. Lalu SDN 30 di Kecamatan Ilir Barat II, SDN 3 di Kecamatan Ilir Barat 1, serta SDN 147 di Kecamatan Sukarami.

Pihaknya menargetkan tahun ini ada penambahan 16 sekolah inklusif yang tersebar di tiap kecamatan.

“Anak-anak yang bersekolah di sekolah inklusif ini sebagian besar berasal dari kalangan keluarga miskin. Kebanyakan mereka itu anak yang sehari-harinya bekerja membantu orangtua sebagai pemulung dan lain-lain,” bebernya.

Ia juga menambahkan, untuk mencapai target tersebut bukanlah perkara mudah mengingat ketersediaan Guru Pendamping Khusus (GPK) di Palembang masih sangat minim.

Idealnya satu siswa dididik oleh satu guru. Sebab mengajar di sekolah inklusif berbeda dengan sekolah formal. Mereka yang mengajar di sekolah inklusif merupakan guru yang memiliki keahlian dan kepekaan terhadap anak berkebutuhan khusus, memiliki bakat yang baik, serta memiliki aura untuk mengasihi semua orang, seperti halnya seorang ibu mengurusi anaknya sendiri.

“Tidak semua orang bisa mengajar di sekolah inklusif. Satu guru mendidik tiga anak berkebutuhan khusus, dipastikan ia bakal kewalahan,” pungkasnya. O adk

x

Jangan Lewatkan

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di KI Meriah

Palembang, BP–Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang menggelar kampanye 16 hari Anti kekerasan Terhadap perempuan tahun 2017, di Kambang Iwak, Palembang, ...