Home / Headline / Pengerajin Songket Dibuat ‘Cluster’

Pengerajin Songket Dibuat ‘Cluster’

3006.14.foto-hl.norPalembang, BP

Tujuh puluhan motif songket belum memiliki hak paten, pengajuan sejak 2013 belum ditanggapi pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkum HAM).

Bank Indonesia (BI) Sumsel bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Diseperindagkop) Kota Palembang akan melakukan pengembangan usaha pengrajin songket. Rencananya 176 pengrajin songket di Kota Palembang akan dibuat cluster di suatu kawasan.

Baca:  Songket Pecahkan 4 Rekor MURI

Kepala Disperindagkop Kota Palembang Syahrul Hefni mengatakan, rencana kerja sama tiga tahun ini akan dilakukan oleh BI melalui program pengembangan industri kecil menengah. Pihaknya sudah mendata 176 pengrajin yang akan diikutsertakan dalam program pembinaan ini.

“Saat ini potensi pengrajin songket di Palembang terhadap inovasi masih belum berkembang signifikan, sebab banyak pengrajin berusia lanjut. Diharapkan dengan program ini akan dapat mengembangkan pengrajin muda lebih banyak lagi,” katanya, saat pertemuan BI dengan Plt Walikota di Setda Kota Palembang, Senin (29/6).

Baca:  Pameran Napi Craft, Songket dan Akik Sumsel Primadona

Dia mengatakan, tenaga pencukitan songket di Kota Palembang semakin berkurang. Saat ini, yang ada sudah berusia lanjut sehingga pengembangan motif songket masih belum begitu berkembang. Sehingga dari segi sentra pembuatan perlu intensif dikembangkan. #ren

x

Jangan Lewatkan

Heri Amalindo Meradang Melihat Bangunan Kantor DPKAD

PALI, BP–Pembangunan Kantor Dinas Pendapatan Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD) mendapat sorotan tajam dari Bupati PALI Ir H Heri Amalindo, ...