Home / Headline / 14 Daerah Rawan Macet dan Bencana

14 Daerah Rawan Macet dan Bencana

Sopir Angkutan Harus Test Urine

17Palembang, BP
Persiapan arus mudik lebaran terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel. Selain mendesak untuk dipercepat perbaikan jalur mudik yang ada di Sumsel, Dishub juga memetakan daerah yang menimbulkan permasalahan. Seperti daerah rawan kemacetan dan rawan bencana.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi  Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Nasrun Umar, SH, MM menjelaskan, dalam pendataan kali ini pihaknya merinci lagi daerah yang dikatakan rawan tersebut. Misalnya wilayah yang rawan macet. Ada dua kategori yang membuat jalan macet. Yakni disebabkan adanya pasar tumpah, dan jalan yang sempit.
Untuk pasar tumpah data yang didapatkan oleh tim jumlahnya berkisar 4 pasar. Keberadaanya mayoritas tersebar di Lintas Timur. Seperti Pasar Tugu Mulyo (OKI), Pasar Indralaya, Pasar Sungai Lilin (Muba), dan pasar di Tebing Tinggi (Empat Lawang) Pasar-pasar tersebut akan membuat pemudik tidak nyaman. “Jalan akan menyempit. Pasti akan terjadi kemacetan,” katanya, Minggu  (28/6) dalam rapat koordinasi angkutan Idul Fitri Tahun 2015 di Gedung Dishubkominfo Sumsel.
Selain pasar, kemacetan juga disebabkan adanya jalan yang sempit dan persimpangan yang menyebabkan kendaraan macet. Ada beberapa jalan yang harus diwaspadai pemudik. Yakni di Terminal Alang-Alang Lebar-Betung, KM 32/ Indralaya-Batas kota Palembang, Kabupaten Empat Lawang dan Jembatan Musi II.
“Namun, untuk Musi II saya rasa tidak akan terjadi kemacetan, karena sudah ada jembatan duplikatnya, dan jalan kesana sudah diperbaiki,” jelasnya.
Nasrun menambahkan, yang juga patut diwaspadai pengendara adalah daerah yang rawan bencana alam. Seperti banjir dan tanah longsor. Sebab, kondisi alamnya di dominasi perbukitan.
Contohnya di daerah Betung-Sekayu, dan Pulau Panggung-Batas Lampung yang rawan banjir. Sedangkan longsor di wilayah Musi Rawas (Mura), Muara Enim-SP Sugihwaras, Baturaja-Sugiwaras, dan Sp Air Dingin-Pagaralam.
“Cuaca yang tidak menentu bisa saja memicu banjir dan longsor,” tandasnya.
Nasrun mengatakan, untuk mengatasi permasalahn itu, pihaknya menyiapkan solusi dengan menggandeng kepolisian dan Dishub kabupaten/kota di Sumsel. Bagi daerah yang rawan bencana alam, akan dipasang rambu-rambu peringatan di jalan. Ketika terjadi hujan atau longsor, maka kendaraan yang melintas di jalur itu akan dialihkan menuju jalan lain.
“Jadi kalau ada kemacetan kita bisa alihhkan kendaraan ke jalan alternatif yang ada,” katanya.
Kabid LLAJ dan Perkeretaapin Dishubkominfo Sumsel Sudirman menambahkan, pihaknya bersama Badan Narkotika Provinsi akan mengadakan beberapa tes kepada para sopir untuk menghadapi Lebaran pada hari H-7.
“Kami akan adakan tes urine kepada para sopir-sopir bus, dan itu akan dilaksanakan di beberapa terminal yang ada,” ujarnya.
Pihaknya, kata Sudirman akan mengetes urine para sopir di setiap terminal keberangkatan.
“Kami akan tes urine, alkohol, juga gula darah, kepada para sopir di setiap terminal keberangkatan.  Pokoknya di terminal yang paling banyak pemberangkatan,” katanya.
Dishub Sumsel akan melakukan tindakan tegas bila ditemukan urine sopir yang kedapatan mengandung alkohol.
Selain itu, lanjut Sudirman, akan memeriksa seluruh persiapan dari para sopir juga kendaran (bus) untuk yang melakukan perjalanan mudik.
“Kalau ada yang tidak layak, termasuk ban gundul, KIR (pengujian kendaraan bermotor) dan sebagainya, pihak kami akan memaksa bus tersebut diberhentikan. Walaupun ada penumpangnya, kami akan turunkan,” tegasnya.
Sudirman mengatakan, langkah tersebut dilakukan demi keselamatan dan keamanan sopir, penumpang maupun orang lain yang sama-sama menggunakan jalan. #osk

 

x

Jangan Lewatkan

12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Palembang, BP–Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu masih menjalani pemeriksaan di Mako ...