Home / Headline / DPRD OI Gelar 2 Paripurna

DPRD OI Gelar 2 Paripurna

anggota dprd bersama bupati OIInderalaya, BP

Sebanyak 37orang dari 40 anggota DPRD Ogan Ilir (OI) menghadiri dua paripurna di Gedung Paripurna OI Inderalaya, Rabu (24/6). Paripurna tersebut membahas pengesahan LKPJ Bupati 2015 dan  membacakan surat pengunduran diri bupati, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD H Ahmad Yani, Wakil I Ahmad Syafei, Wakil II Wahyudi.

Paripurna pertama menyetujui pertanggungjawaban LKPJ bupati dengan catatan strategis untuk ditindaklanjuti pada pemerintahan selanjutnya. Seperti kepala puskesmas jangan asal menerbitkan SK untuk perpindahan TKS, pembangunan jalan, dan sebagainya

Selanjutnya  paripurna DPRD OI dengan agenda membacakan surat pengunduran diri Ir H Mawardi Yahya dari jabatan sebagai Bupati OI, dibacakan oleh Sekretaris DPRD OI H Bayhaki

Sekwan Bayhaki membacakan surat pengunduran diri bupati langsung di hadapan Bupati Oi Ir H Mawardi Yahya dan 37 anggota DPRD serta seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Desa (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI.

“Ir H Mawardi Yahya dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari jabatan sebagai Bupati Ogan Ilir, atas permintaan sendiri. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” ujar Sekretaris DPRD

Ketua DPRD OI H Ahmad Yani, memastikan sekitar 80 persen anggota DPRD OI merekomendasikan pengunduran diri Bupati OI, H Mawardi Yahya dan selanjutnya akan diproses di Pemerintah Provinsi Sumatera Sumatera Selatan.

Namun demikian, diakui ada beberapa anggota dewan yang menolak pengunduran bupati dengan bebebrapa alasan.

Sementara H Mawardi Yahya mengatakan pengunduran dirinya dari jabatan Bupati Ogan Ilir (OI), diakuinya bukan untuk  membangun dinasti politik karena pemilihan calon kepala daerah ini dipilih langsung oleh masyarakat dengan sistem suara terbanyak.

Menurutnya tak selamanya calon bupati dari keluarga petahana akan selalu menang dalam pilkada, banyak juga yang mengalami kekalahan.

” Saat ini masyarakat telah pintar dan tentu demokrasi di OI telah berjalan dengan baik, Kalau ada yang pro dan ada yang kontra itu biasa, dalam satu keputusan pasti ada dua sisi tersebut. Itu hal yang lumrah,” katanya

Dirinya memastikan, tidak ada jaminan calon yang didukung petahana itu menjadi pemenang dalam pemilukada. Hal ini terbukti di beberapa kabupaten kota yang ada di Sumsel.

“Kita contoh saja Pak  Gubernur Alex Noerdin yang memajukan anaknya di Pemilukada Muba. Apakah berhasil, tidak kan, adik dan istri wakil gubernur ishak mekki juga tidak menang, Artinya tidak ada jaminan calon yang didukung petahana akan berhasil dan masih banyak contoh kepala daerah lainya,” katanya.

Mawardi pun tidak mau berandai-andai, dan tetap mantap mengundurkan diri sekaligus memajukan anak kandungnya  untuk ikut Pemilukada OI Desember mendatang.

“Saya pastikan akan memajukan Ahmad Wazir Noviadi sebagai calon bupati di Pemilukada mendatang. Untuk calon wakilnya kita lihat saja nanti siapa, masih melihat dan mensortir mana yang terbaik,” ujarnya. #hen

x

Jangan Lewatkan

Akhir Oktober Nama Calon yang Diusung PPP di Pilgub Sumsel Keluar dari DPP PPP

Palembang, BP–Dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum mengambil sikap. “Sebenarnya ini bukan tentang last minute ...