Home / Headline / Sebelumnya DPRD Muba Terima Uang Suap Rp3 Miliar

Sebelumnya DPRD Muba Terima Uang Suap Rp3 Miliar

153445920150620-141356-1780x390Palembang, BP
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba),  Jumat (19/6) malam.

“Kemarin dilakukan upaya OTT berkaitan dengan pembahasan RAPBD 2015  dengan Kronologi sekitar pukul 20.40  di rumah kediaman Bambang Karyono (BK), Ketua Fraksi PDIP DPRD Muba dan yang juga anggota DPRD Muba di rumah Bambang  di Jalan Sanjaya, Kelurahan  Alang-Alang Lebar, Palembang, tim penyelidik melakukan tangkap tangan, di TKP di rumah Bambang Karyanto, ” kata pimpinan KPK, Johan Budi, Sabtu (20/6), di Gedung KPK Jakarta.

Dalam rumah itu menurut Johan  ada delapan orang, ada sopir, security, ada Kepala Dinas, anggota DPRD Muba yang ditangkap yaitu kempat orang tersebut pejabat Pemkab Muba yaitu Syamsudin Fei Kepala DPPKAD Muba menggunakan baju merah dan berkaca mata, Kepala Bappeda Muba  Faisyar, SE,MT mengenakan kemeja biru.

Baca:  Gerindra Belum Tentukan Sanksi Bagi Adam Munandar

Sedangkan satunya Ketua Fraksi PDIP DPRD Muba Bambang Karyanto yang menggunakan baju kemeja kotak-kotak dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Muba Adam Munandar yang menggunakan sweeter biru, keempatnya kini resmi di tetapkan tersangka oleh KPK.

Setelah itu para tersangka 20.40 oleh pihak KPK langsung dilakukan pemeriksaan intensif di Mako Brimob Polda Sumsel.

“Ketika dilakukan OTT, ditemukan tas warna merah maroon, yg berisi uang pecahan 50 dan 100 ribuan, jumlah setelah dihitung sementara ada 2,560 miliar. Dugaan sementara, pemberian uang dari Kepala Dinas itu kepada anggota DPRD berkaitan dengan APBD Muba tahun 2015,” katanya.

Baca:  Johan Budi: Jumlah yang Terlibat Akan Bertambah

Sabtu (20/9) sekitar pukul 01.40, empat tersangka diterbangkan dari Palembang ke Jakarta.

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan dua bukti yang cukup terjadi tindak pidana korupsi, disimpulkan, Bambang Karyono dan Adam Munandar menjadi tersangka, pasal 12 huruf a atau b, atau pasal 11 UU 31 thn 99 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan status tersangka juga kepada Syamsudin Fei Kepala DPPKAD Muba  dan  Kepala Bappeda Muba  Faisyar SE MT melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a, atau e atau pasal 13 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, ” katanya.

Johan menambahkan, untuk sementara  para tersangka akan ditahan di Rutan KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dan tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka korupsi anggaran belanja daerah ini akan bertambah. “Kita tunggu saja hasil perkembangan penyelidikan selanjutnya,”  tegas Johan.

Baca:  Penyidik KPK Geledah Kantor Bupati

Menyinggung kemungkinan keterlibatan Bupati Muba Pahri Azhari, Johan mengatakan siapa saja memungkinkan. Karena, korupsi APBD biasanya dilakukan secara berjamaah yang melibatkan banyak orang. “Bila diperlukan Bupati Musi Banyuasin  kemungkinan akan dipanggil untuk dimintai keterangan,” katanya.

Mengenai inisiator kasus ini menurut Johan sedang di dalami karena kasus ini merupakan dugaan  suap perubahan  APBD Muba tahun 2015.

“Ini pemberian uang yang kedua, sebelumnya Januari, pemberian yang pertama Rpp 2- 3 miliar, soal keterlibatan pengusaha belum ada dugaan, pemberian ini untuk oknum DPRD Muba,” katanya.#osk/duk/rif

x

Jangan Lewatkan

12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Palembang, BP–Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu masih menjalani pemeriksaan di Mako ...