Home / Sumsel / Enam Jalan Alih Status dari Provinsi Jadi Nasional

Enam Jalan Alih Status dari Provinsi Jadi Nasional

Palembang, BP
Pemerintah pusat telah menjadikan enam jalan provinsi di Sumsel, menjadi jalan nasional. Hal tersebut menyebabkan pemeliharaan jalan pun tak lagi dikerjakan oleh Pemprov Sumsel menggunakan APBD, melainkan oleh pemerintah pusat melalui dana APBN.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumsel Rinhaldi mengatakan, pihaknya telah menerima surat keputusan beberapa hari yang lalu. Ia menuturkan, peralihan jalan provinsi ke nasional berdasarkan dengan Keputusan Menteri PU dan Perumahan Rakyat nomor 248/KPTS/M/2015.

Enam jalan tersebut yakni batas Kota Palembang- Banyuasin-Tanjung Api Api sepanjang 62,8 km, Simpang Bandara SMB II-Batas Kota Palembang/Batas Kabupaten Banyuasi sepanjang 1 km, akses Terminal Alang-alang Lebar sejauh 4 km, jalan Ahmad Yani Palembang 2,8 km, Beringin-Batas Kabupaten OKU 37,75 km, dan Batas Kabupaten OKU-Baturaja (32,5 km).

Ruas jalan yang mengalami perubahan fungsi jalan akan dilakukan proses serah terima aset jalan dari penyelenggara jalan sebelumnya kepada penyelenggara jalan yang baru. Hal itu akan dilengkapi dengan dokumen administrasi, berita acara serah terima aset, sertifikat tanah atau dokumen kepemilikan tanah dan lainnya.

“Sudah diserahkan. Sekarang ini (jalan-red) milik nasional. Maka tanggungjawabnya kembali ke nasional,” tutur Rinhaldi. Setelah menjadi jalan nasional, maka anggaran yang selama ini sudah masuk untuk pemeliharaan dan perbaikan jalan akan tetap di laksanakan namun untuk ruas jalan lain, yang masih merupakan jalan provinsi. Kedepannya, anggaran pun akan tetap sama dan tidak berkurang.

Sebelumnya jalan provinsi Sumsel memiliki panjang sebesar 1.462 km. Rinhaldi mengungkapkan Pemprov Sumsel menganggarkan pengelolaan pemeliharaan tahun ini sebesar Rp1,14 triliun.

Dari nilai anggaran tersebut, sebesar Rp932,5 miliar akan digunakan untuk pembangunan jalan. Hal tersebut termasuk peningkatan jalan dan jembatan.

Adapun, panjang jalan efektif pemeliharaan berkala jalan sepanjang 28 km dan panjang jalan efektif pemeliharaan rutin jalan sepanjang 1.323,8 km, mendapatkan alokasi dana sebesar Rp151,3 miliar.

Terkait perbaikan jalan menjelang musim mudik, Kabid Bina Pelaksanaan Wilayah II Dinas PUBM Sumsel Yunil Azwan berujar, sejak beberapa minggu sebelum puasa pihaknya mengecek langsung kondisi jalan provinsi. Secara keseluruhan, Yunil menjelaskan, jalan rusak di Sumsel sudah diperbaiki dan layak untuk digunakan.

“Sampai saat ini tahap perbaikan jalan masih kita lakukan, jadi progres ke depannya, jalan semakin mulus,” ujarnya. Diakui Yunil, pihaknya memantau langsung kondisi jalan provinsi. Beberapa yang sudah dipantau yakni di Palembang, Sekayu, Lubuk Linggau, Lahat, Muara Enim, Kayu Agung, Prabumulih, Tanjung Rajo, Lubuk Batang, Muara Dua, Hujan Mas, hingga Danau Ranau.

Beberapa jalan yang tadinya rusak, seperti di Lahat, sudah selesai diperbaiki. Sebelumnya, kondisi jalan provinsi di Lahat mengalami kerusakan dengan jumlah lubang di jalan yang banyak.

Untuk jalan dari Lubuk Batang menuju ke Baturaja, diakui Yunil, masih terdapat volume kerusakan yang cukup besar. Hanya saja, pihaknya optimis bisa dimaksimalkan pengerjaan pembenahan jalan sebelum musim mudik tiba.

Diakui Yunil, pengecekan itu dilakukan dalam upaya persiapan memasuki kepadatan lalu lintas karena musim mudik tersebut. Apalagi biasanya saat musim tersebut, semua kendaraan akan memadati jalanan. Pihaknya akan fokus dalam memberikan kenyamanan dan keamanan pada pengendara, dengan segera memperbaiki jalan tersebut.

Selain kondisi jalan rusak, Yunil mengungkapkan, ada pun beberapa ruas jalan yang mengalami penyempitan karena tanaman yang tumbuh, seperti di jalan lintas provinsi antara Muara Dua dengan Hujan Mas. Pihaknya sudah melakukan membersihkan tanaman tumbuh tersebit, sehingga jalan bisa digunakan secara efisien.

Ia menargetkan penyelesaian perbaikan jalan rusak selesai November mendatang. Namun, pihaknya menginginkan agar sebelum lebaran, kondisi jalan bisa tetap mulus. Yunil mengatakan, ada beberapa jalan yang masuk kedalam perbaikan jalan rutin dan tahun jamak.

Untuk tahun jamak, pihaknya tengah berupaya agar lebih maksimal. Meski begitu, biasanya menjelang lebaran akan ada beberapa petugas yang izin berlibur.
Pihaknya pun menyediakan pos khusus untuk petugas perbaikan jalan di beberapa titik di Sumsel.

“Akan ada operator yang standby selama petugas proyek libur. Jadi jika ada jalan yang rusak parah maka akan langsung dibenahi,” tutupnya. #idz

x

Jangan Lewatkan

SO: Sepakat Kami Akan Tegak Lurus

Palembang, BP Setelah rapat konsolidasi dua kali dari Hotel Sintesa Peninsula dan DPW Partai Nasdem Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan ...