Home / Palembang / Pelajar Rentan Alami Kekerasan Seksual

Pelajar Rentan Alami Kekerasan Seksual

Palembang, BP

Tingginya tingkat kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur tidak boleh dianggap sebelah mata oleh pemerintah, apalagi dialami seorang wanita. Sebab wanita adalah yang melahirkan generasi penerus bangsa ini.

Direktur Eksekutif Women’s Crisis Center (WCC) Palembang Yeni Roslaini mengatakan, pemenuhan hak seksual perempuan dan reproduksi merupakan tanggung jawab pemerintah sedangkan kesehatan adalah hak warga negara. Berkaitan terhadap kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan di kalangan pelajar ini harus ada upaya pencegahan.

“Ini jangan dipandang sebelah mata harus ada andil dari pemerintah. Ini bukan hanya tugas lembaga,” katanya saat menggelar kegiatan seminar publik bertema ‘Kesehatan Seksual dan Reproduksi adalah Hak Warga Negara, di Hotel Swarna Dwipa, Rabu(17/6).

Dia mengatakan harus ada wujud yang nyata dalam proses pembinaan terutama kalangan pelajar saat ini yang masih sangat rentan mengalami kekerasan seksual. Bukan hanya sosialisasi yang monoton masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri, lalu tidak berdampak pada kehidupan sosial anak.

“Kami sangat ingin semua yang terlibat bukan hanya pemerintah dan lembaga, termasuk orangtua untuk peduli sebentar saja, asal berkualitas. Tidak perlu banyak ceramah asal anak-anak kita paham, agar segala potensi yang membuat kekerasan seksual ini terjadi dapat dihindari,” katanya.

Dia mengatakan, semua yang terlibat harus memberikan perlindungan terhadap segala potensi kekerasan seksual yang terjadi, memikirkan juga penyakit yang mungkin muncul terhadap perilaku seksual yang menyimpang.

“Kami pernah beberapa kali menemukan perilaku seksual menyimpang ini tidak hanya terjadi pada pelajar menengah atas, namun juga menengah pertama (SMP). Artinya, kondisi ini sudah tidak lagi lumrah bagi anak seusia SMP, sehingga harus ada upaya pencegahan yang tepat,” katanya.

Pengaruh gadget, media informasi internet maupun tontonan yang tidak relevan untuk ditonton saat ini sudah sangat dekat pada anak-anak usia muda. Maka dari itu, harus ada upaya membentengi diri pada anak agar dia paham mana yang harus ia lakukan dan mana yang harus dia hindari.

Seperti dikatakan, dugaan kekerasan seksual pada Anggeline di Bali, pihaknya menilai harus menjadi pelajaran bagi orangtua agar lebih waspada pada siapapun yang ada di sekitar lingkungan sang anak. Harus ada kepedulian terhadap anak agar mereka merasa diperhatikan.

Orangtua harus menyempatkan waktu sebentar walaupun sedang sibuk dengan hal-hal pembelajaran yang berkualitas. Bukan dengan ceramah atau pun hal-hal yang justru membuat pikiran dan mental sang anak turun.

“Mulai untuk peduli sebentar, tanya kesibukan anak, tanya tentang masalahnya dan buat dirinya berarti dengan keberadaan orangtua, sehingga dia pun dengan terbuka menceritakan hal-hal yang mengganggu pikirannya,” katanya.

Kendati orangtua sangat sibuk dengan rutinitas kerja, harus ada pengetahuan yang mendalam kepada anak walau hanya sebentar. “Inilah yang kami harapkan dari seminar ini, sehingga ke depan agar masyarakat lebih peduli lagi terhadap hak kesehatan seksual maupun reproduksi,” katanya.#ren

x

Jangan Lewatkan

Pelayanan Mesti Berbasis IT

Palembang, BP — Pelayanan terpadu yang diberikan Kota Palembang saat ini sudah berbasis teknologi atau IT. Hal ini juga untuk memudahkan ...