Home / Palembang / Awasi Produk Tak Layak Konsumsi

Awasi Produk Tak Layak Konsumsi

Palembang, BP

Pengawasan peredaran produk tidak layak konsumsi selama Ramadhan diintensifkan. Produk tidak layak konsumsi bisa menimbulkan penyakit bagi konsumen.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan melakukan inspeksi rutin ke sejumlah pusat perbelanjaan dan distributor produk makanan minuman serta pasar Ramadhan. Hal ini untuk mencegah adanya produk tak layak konsumsi yang beredar di masyarakat.

Kepala Disperindag Sumsel Permana mengatakan, pihaknya telah menjadwalkan inspeksi rutin sejak H-7 jelang puasa atau 11 Juni lalu hingga menjelang Lebaran nanti. Produk yang menjadi fokus pengawasan yakni kebutuhan bahan pokok, daging, dan jajanan khas puasa. Pihaknya akan bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang untuk melakukan pengawasan.

Hingga saat ini, lanjut Permana, pihaknya belum menemukan jajanan yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Saat Ramadhan hingga Lebaran nanti, tingkat konsumsi masyarakat akan bertambah tinggi. Momen seperti ini banyak dimanfaatkan oknum pedagang nakal untuk menjual makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi.

“Hingga menjelang Lebaran, kami akan turun ke sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan serta distributor penjual makanan dan minuman untuk mengecek barang yang diedarkan kepada masyarakat, termasuk isi parcel,” katanya, Rabu (17/6).

Pada tahun sebelumnya, Disperindag sering menjumpai adanya makanan yang sudah kedaluwarsa atau juga kemasan produk yang rusak beredar di pasaran. Disperindag akan menegur pihak distributor atau pemilik toko untuk tidak memajangnya hingga dibeli oleh masyarakat.

“Kami akan berikan peringatan kepada oknum pedagang nakal untuk menandatangani surat perjanjian tidak menjual produk yang tidak layak lagi. Bila kedepannya orang yang sama masih menjual barang tak layak tersebut, Disperindag secara tegas akan merekomendasikan izin usahanya dicabut,” tegasnya.

Terkait pencegahan beredarnya daging sapi oplosan, ia mengatakan, hal itu kecil kemungkinan terjadi di Sumsel karena Sumsel tidak mengimpor daging sapi. Sumsel hanya mengimpor sapi untuk selanjutnya dipotong di rumah potong hewan (RPH).

“Kecil kemungkinan, karena pengawasan yang dilakukan di RPH pun ketat. Namun untuk mengantisipasinya, pengawasan terhadap daging yang telah beredar pun akan dilakukan. Masyarakat pun kami imbau untuk berhati-hati,” tegasnya.#idz

x

Jangan Lewatkan

Tanpa Strategi Khusus, Harnojoyo-Fitrianti Agustinda Yakin Menang

Palembang, BP–Pasangan calon petahana Walikota dan Wakil Walikota Palembang, Harnojoyo dan Fitrianti Agustinda, mengaku tidak mempersiapkan strategi khusus untuk memenangkan ...