Home / SFC / Musim Tersulit

Musim Tersulit

Palembang, BP

Penjaga gawang andalan Sriwijaya FC (SFC), Dian Agus Prasetyo, menilai musim ini paling sulit, dan terasa sangat panjang, karena sanksi FIFA terhadap persepakbolaan Indonesia.

Pascasanksi FIFA selaku federasi sepakbola dunia, banyak klub belum dapat memberikan kepastian nasib para pemain, pelatih hingga ofisial. Dian merasakan langsung dampak ‘koma’ sepakbola Tanah Air.

Pemain kelahiran Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), pada 3 Agustus 1985 itu, terpaksa pulang kampung halamannya karena tidak adalagi yang bisa dikerjakannya di Palembang lantaran sanksi FIFA.

“Tidak ada kegiatan, kegiatanya sekarang ya di rumah saja,” kata Dian kepada BeritaPagi, Selasa (9/6).

Baca:  Rayakan Natal di Bandung

Dian mengatakan, sanksi FIFA memberikan dampak yang sangat luar biasa dalam hidupnya. Palang pintu Tim Sepakbola Nasional Indonesia itu tidak pernah berpikir Indonesia bakal disanksi.

“Peristiwa ini, pertama kali yang saya alami dan mungkin seluruh pesepakbola di Tanah Air juga baru mengalami sanksi seperti ini.

Dampaknya memang sangat luar biasa karena kami selama ini bergantung dari sepakbola harus kehilangan profesi yang biasa kami lakukan,” katanya.

Baca:  Sihir Gumbs Mulai Bekerja

Sebagai seorang pemain, dirinya berharap ada solusi dari pemerintah untuk mengakhiri konflik antara Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) RI dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

“Kita berharap ada solusinya yang bisa menyelesaikan masalah ini. Karena dampaknya sangat luas, bukan saya saja yang kehilangan pekerjaan, pemain lain juga sama. Beruntung istri saya seorang PNS, jadi sementara istri bisa membiayai untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Hal serupa dirasakan Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan. Dirinya belum bisa berbuat apa-apa sambil menungu instruksi dari manajemen SFC. Setitik harapan muncul setelah manajemen belum berpikir untuk membubarkan klub seperti yang dialami klub-klub besar lainnya.
Gagalnya turnamen pramusim, manajemen SFC melakukan rapat internal dan memutuskan untuk meliburkan seluruh Laskar Wong Kito.

Rencananya para pemain akan kembali berkumpul di Bumi Sriwijaya setelah Hari Raya Idul Fitri nanti.

Baca:  Asri Sangat Bersemangat

“Kalau sekarang kegiatan, lebih pada mengontrol para pemain saja. Mengingingatkan, masing-masing pemain untuk tetap latihan setiap hari, bisa dari telepon atau SMS,” kata Hartono.#zal

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

SFC Kehilangan Dzhalilov

Palembang, BP Kabar tak sedap datang dari Laskar Wong Kito, sang winger andalan Manuchekhr Dzhalilov mengalami cedera hamstring. Pemain asal ...