Home / Palembang / Lapan Jam Didaftarkan Sebagai Warisan Budaya

Lapan Jam Didaftarkan Sebagai Warisan Budaya

Palembang, BP

Pemprov Sumsel mendaftarkan kue lapan jam sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia kepada Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen) agar dapat diakui secara nasional dan internasional.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Sumsel Irene Camelyn Sinaga mengatakan, Pemprov Sumsel terus berupaya agar warisan budaya asal Sumsel dapat lulus seleksi. Rencananya, akan mengajukan usulan tahun ini.

“Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian kami untuk menjaga warisan budaya leluhur asli tetap lestari. Sehingga dapat lebih dikenal secara nasional maupun mancanegara,” tuturnya, Minggu (24/05).

Sebagai langkah awal, Pemprov Sumsel telah mendaftarkan kue lapan jam bersama tiga warisan kebudayaan asli Sumsel lainnya yaitu Perahu Kajang dari Ogan Komering Ilir (OKI), senjang (pantun bersahut), serta jelihiman (cerita panjang atau sastra tutur dari OKI dan OI) kepada pemerintah pusat.

Selain kue lapan jam, sebelumnya Disbudpar Sumsel juga telah mengusulkan makanan tradisional lainnya yakni lempok durian asal Kabupaten Empat Lawang. Namun usulan terhadap makanan tersebut dinyatakan kandas untuk dipatenkan menjadi makanan khas Sumsel lantaran makanan jenis ini tak hanya ditemui di Sumsel melainkan juga sudah banyak di provinsi lain. #idz

x

Jangan Lewatkan

Kemplang Tunu Beromzet Puluhan Juta

Siapa tak kenal makanan lokal satu ini. Meski tidak setenar pempek, nyatanya kemplang tunu sudah lama ada dan digemari. Bahkan ...