Home / Pendidikan / PGRI Sumsel Desak Perubahan Sertifikasi

PGRI Sumsel Desak Perubahan Sertifikasi

Palembang, BP

Proses untuk mengurus administrasi sertifikasi seringkali dikeluhkan oleh guru. Selain itu, pencairan sertifikasi yang sering terkendala membuat sejumlah guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) geram dan mendesak pemerintah pusat mengubah teknis proses sertifikasi.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Zulinto, SPd, MM mengatakan, berdasarkan data PGRI Sumsel belum 50 persen guru yang mengajar di Yayasan PGRI mendapatkan sertifikasi. Padahal, kelayakan dan kompetensi guru PGRI sudah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi.

Baca:  Cabut Sertifikasi Guru yang Tak Disiplin

“Ini sangat memprihatinkan, kami PGRI Sumsel meminta supaya pemerintah pusat mengubah pola dan teknis proses sertifikasi. Selain itu, pemerintah pusat harus menyisir keberadaan guru Yayasan PGRI yang berhak mendapatkan sertifikasi,” kata Ahmad Zulinto, di sela-sela pelantikan kepengurusan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Sumsel masa bakti 2015-2020, di Aula Gedung Guru PGRI Palembang, Rabu (6/5).

Menurut Zulinto, PGRI Sumsel akan berupaya menargetkan pada 2018, seluruh guru yayasan PGRI yang sudah memenuhi persyaratan bisa memperoleh sertifikasi.

Baca:  Cabut Sertifikasi Guru yang Tak Disiplin

“Kami berharap pemerintah pusat tidak mengesampingkan hak guru yayasan PGRI,” ujarnya.

Sementara itu, pada pelantikan pengurus YPLP PGRI Sumsel masa bakti 2015-2020 juga dihadiri Ketua YPLP PGRI Pusat Dr Sugito. Sebanyak 10 pengurus YPLP PGRI Sumsel dilantik di antaranya, pengurus Dasmen YPLP PGRI Sumsel yaitu Surmana, Herman Wijaya, Bonny Syafrian, dan YPLP PT PGRI, Dwi Priyono.

Sementara itu, Sekretaris PGRI Sumsel Drs Lukman Haris MSi mengatakan dengan pengurus baru ini diharapkan PGRI Sumsel dapat memberikan kontribusi pengembangan pendidikan di Sumsel, dan memaksimalkan kualitas pendidikan bagi guru dan siswa.

Baca:  Cabut Sertifikasi Guru yang Tak Disiplin

“Harus memberikan terobosan baru terhadap dunia pendidikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, PGRI Sumsel juga menargetkan pada 2020, seluruh guru di Sumsel yang belum kualifikasi pendidikan S1 harus segera menyelesaikan pendidikan.

“Kebijakan akhir 2015, seluruh guru harus sudah S1. Untuk itu, PGRI Sumsel akan meminta penundaan hingga 2020, dan kami menargetkan seluruh guru di Sumsel akan menyelesaikan pendidikannya,” pungkasnya.

#adk

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Stebis IGM Gandeng UIN

Palembang, BP— Meskipun baru berusia empat tahun, namun Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (Stebis) IGM Palembang terus melakukan akselerasi terobosan ...