Home / Palembang / Kapjappin Protes Rencana Penghapusan Premium

Kapjappin Protes Rencana Penghapusan Premium

Palembang, BP

Rencana pergantian premium ke BBM jenis baru dinilai sebuah sikap gegabah dan tidak beralasan dari pemerintah RI. Sebab, konsekuensinya harga-harga sembako akan naik dan masyarakat akan semakin sulit menjangkau harga bahan bakar.

Hal itu dikatakan sekretaris DPP Komunitas Alumni Pemagangan Japan Indonesia (Kapjapin) Sumsel Sapriyadi.
Menurut dia, Bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, Pertalite yang memiliki kadar oktana lebih tinggi dari Premium,  namun di bawah Pertamax disinyalir menjadi pengganti Premium dengan Research Octane Number (RON) 88 yang akan dihilangkan dari pasaran. Hal ini akan menimbulkan persoalan baru bagi  rakyat. Sebab, ketidakjelasan harga BBM  yang dapat berubah harga seiring harga dunia telah menimbulkan ketidakpastian harga-harga kebutuhan pokok.

Baca:  Harga BBM Non Subsidi Turun

“Ini saja sudah membuat rakyat menjerit, apalagi mau ada penghapusan premium yang harganya jauh lebih mahal dari premium meski dibawah Pertamax,” tegas Sapriyadi, Minggu (19/4).

Dia menjelaskan, kebijakan penghapuskan premium demi kesetaraan dengan negara lain merupakan sikap gegabah dan tidak beralasan. Jika langkah itu dilakukan dalam rangka mengikuti politik ekonomi luar negeri yang tidak menggunakan premium, hal tidak ada relevansinya dengan kepentingan rakyat Indonesia. “Jika dikarenakan negara kita tidak mampu menghasilkan bahan bakar ini (premium) tentunya pemerintah harus lebih cerdas untuk mengatasi kebutuhan rakyat. Pemerintah juga harus paham bahwa tidak semua rakyat yang memiliki kendaaan merupakan kalangan mampu. Ada saja mereka memaksa untuk memiliki karena desakan kebutuhan,” jelas Sapriyadi.

Baca:  BBM Melambung, Transportasi Air Lumpuh

Sapriyadi menegaskan, jika premium benar-benar dihapuskan, tentunya ada hal-hal yang dikecualikan pemerintah, khususnya bagi masyarakat di pedalaman yang lebih banyak menggunakan kendaraan roda dua akan semakin mengalami kesulitan akibat harga eceran akan semakin melonjak. “Berapa harga eceran yang akan mereka bayar per liter.  Dan berapa harga hasil tani  mereka? Bukannya masyarakat kota bisa makan minum  sebagian di-suplay petani serta mereka yang hidup di pedalaman dan nelayan? Saya menolak wacana pemerintah tersebut karena akan menyengsarakan rakyat,” tegasnya. #osk

x

Jangan Lewatkan

Tiga Pekan Diburu Polisi, Pembunuh Tetangga Diringkus

Palembang, BP–Setelah tiga minggu buron, Muhammad Suharto alias Mamat (21) warga Jalan Yusuf Singadekane, Lorong Tembusan, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan ...