Home / Headline / Suntikan Semangat Sang Manajer

Suntikan Semangat Sang Manajer

Pertemuan SFC-PersibaPalembang, BP
Awal buruk harus dibayar. Motivasi dan mental harus ditingkatkan.

Sriwijaya FC (SFC) berhasil menahan imbang Persatuan Sepakbola Makassar (PSM) 3-3, pada laga Qatar Nasional Bank (QNB) League, di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (11/4) lalu.

Saat mengahadapi Juku Eja, permainan Ferdinand Sinaga dan kawan-kawan sangat jauh berbeda dengan menjamu Pelita Bandung Raya (PBR), dan Semen Padang (SP), yang berkahir imbang 1-1 dan 2-2.

Laskar Wong Kito tampil mengila saat melawan Ponaryo Astaman dan kawan-kawan. Tampak sekali bila anak asuh Benny Dollo alias Bendol itu tak tertekan meski sebagai tim tamu.

Para ulu balang SFC sukses mencetak tiga gol dan mencuri satu poin. Selain taktik jitu, motivasi dan mental bertarung Laskar Wong Kito meningkat.

Baca:  Indra Rebut Hati Bendol

Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan mengatakan, sebelum pertandingan, para penggawe SFC mendapatkan suntikan semangat dari Menejer SFC Robert Heri.

SFC memulai start musim ini dengan tidak begitu baik. Empat poin lepas dari tangan karena hanya bermain imbang di depan pendukung sendiri.

Manajer SFC Robert Heri berbicara langsung kepada pemain, menebalkan motivasi yang diberikan pelatih sebelum turun menghadapi PSM.

“Awal yang buruk harus dapat dilupakan dan dibayar di partai berikutnya, pemain harus dapat keluar dari tekanan pertandingan yang sudah lewat, dan membayarnya di pertandingan berikutnya,” kata Hartono yang bincangi BeritaPagi, Minggu (12/4).

“Itulah yang membuat pemain menjadi punya motivasi yang tinggi, pemain punya semangat berbeda dari dua laga home sebelumnya, sehingga bisa mengejar ketertinggalan dan meraih tiga poin,” tambah pria yang pernah menjadi Pelatih Persatuan Sepakbola Indonesia Kediri (Persik) itu.

Baca:  SFC Andalkan Serangan Balik

Melihat permainan anak asuh Bendol melawan PSM, ada peningkatan permainan yang cukup drastis. Gairah dan semangat bertanding terlihat. Hal yang sama tidak ditemukan di dua laga home sebelumnya.

“Yang terpenting pemain sudah menemukan performance terbaiknya,” ujar Hartono.

Hartono mengancungkan jempol untuk mental pemain. Skor 3-3 itu didapat bukanlah karena Ferdinand dan kawan-kawan memimpin pertandingan lebih dulu. Akan tetapi pemain selalu tampil saling balas, SFC selalu tertinggal angka terlebih dahulu. Namun, mental pemain baja membuat SFC bangkit dan mengatasi semua tekanan serta mengejar ketertinggalan.

Baca:  Pemain SFC Rentan Cidera

SFC tertinggal satu angka lewat gol Samsul Charuddin di menit ke-27, dibalas striker SFC Goran Ljubojevic saat menit ke-44. Nemanja kembali membuat PSM memimpin 2-1 lewat golnya di menit ke-54. Tapi kembali dibalas Morimakan Koita di menit ke-70, sehingga skor kembali sama 2-2.

PSM kembali mencetak gol tambahan di menit ke-77 lewat tendangan Aditya. Meski di waktu kritis berakhirnya pertandingan, pemain SFC mampu membalas lewat gol Goran di menit ke-85.

“Itu bukti betapa baiknya mental pemain, terus teringgal lebih dulu tak membuat pemain down, pemain mampu bangkit dan mengejar ketertinggalan karena mental dan semangat bertanding,” tandas Hartono. #zal

x

Jangan Lewatkan

Peran Perempuan Di Politik Masih Minim

Palembang, BP Pengamat politik Sumatera Selatan (Sumsel) Drs Joko Siswanto Msi menilai, peran perempuan di politik masih minim terutama dari ...