Laskar Wong Kito Harus Bermain Lepas dan Ngotot

14

Palembang, BP

Permainan SFC dinilai pendukung terlalu berhati-hati. Laskar Wong Kito diminta bermain lepas dan ngotot.

Dua hasil imbang Sriwijaya FC (SFC) di depan pendukungnya sendiri, dinilai terlalu berhati-hati.
Pada partai perdana Qatar National Bank (QNB) League, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Sabtu (4/4) lalu, Laskar Wong Kito ditahan imbang 1-1 Pelita Bandung Raya (PBR) FC.

Selanjutnya di partai kedua, pada Selasa (7/4) lalu, Ferdinand dan kawan-kawan kembali ditahan imbang Semen Padang (SP) dengan skor 2-2.

Ketua Sriwijaya Mania (S-Man) Eddi Ismail menilai, di dua laga kandang awal QNB League, para penggawe SFC bermain terlalu berhati-hati. Para ulu balang SFC tampak menahan diri dan tidak ngotot untuk melewati pemain bertahan lawan.

“Terlebih saat melawan Semen Padang, jelas sekali terlihat bila pemain sangat berhati-hati. Kami tetap bersyukur mendapatkan satu poin meski itu bukan hasil yang baik, pemain terlalu berhati-hati, sehingga kesulitan menembus pertahanan lawan, ke depan pemain harus lebih lepas,” saran Eddi.

Permainan yang dimainkan Koita dan kawan-kawan saat menjamu tim berjuluk Kabau Sirah, pada babak pertama sudah dapat diprediksi imbang menjadi hasil termaksimal. Untung, masuknya Patrich Wanggai di babak kedua membuat permainan berkembang pesat. SFC seakan-akan mendapatkan suntikan semangat. Pemain baru tampil lepas dan punya power dalam membangun serangan dan menembus kokohnya benteng anak asuh Nil Maizar.

“Kalau SFC main terus takut-takut seperti lawan Semen Padang babak pertama, maka lawan PSM Makassar kami khawatir akan menelan kekalahan,” kata Eddi.

Ferdinand Sinaga dan kawan-kawan akan melakoni laga away di kandang PSM. Anak asuh Benny Dollo untuk pertama kali tampil di depan pendukung lawan.

Suntikan pemain ke-12 dipastikan akan membuat pasukan PSM tampil mengila. Belum lagi Ponaryo Astaman dan kawan-kawan terakhir berhasil menang besar dari Persatuan Sepakbola Indonesia Balikpapan (Persiba Balikpapan) 4-0 di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Senin (6/4) lalu.

Mereka tengah dalam motivasi yang tinggi pascamenang besar, tampil di depan ribuan pendukungnya dan juga motivasi mengalahkan kandidat juara.

“Makanya kita harapkan SFC lebih baik lagi, pemain lebih percaya diri, bermain lebih cepat, tak perlu takut-takut, ini masukkan sebab ini masih awal kompetisi dan SFC tim idola,” kata Eddi.

Asisten Pelatih SFC Hendri Susilo mengakui bila permainan anak asuhnya kurang gereget melawan SP. Pemain terkesan kalah semangat dengan SP, sehingga terkesan berhati-hati. “Sebetulnya pemain kurang gairah bermain lawan Semen Padang,” katanya.

Tapi pascamelawan SP, pemain dan pelatih telah melakukan evaluasi dan masing-masing memberikan semangat untuk dapat memperbaiki performa Laskar Wong Kito.

“Kami akan perbaiki permainan kami melawan PSM, mental pemain telah membaik dan kami fokus di dua away berikutnya melawan PSM Makassar dan Persiba Balikpapan,” kata Hendri. #zal