Home / Headline / Duku Ujan Mas Tak Kalah dari Komering

Duku Ujan Mas Tak Kalah dari Komering

Buah duku Ujan Mas tidak kalah manis dari buah duku Komering. Buah duku dari Kecamatan Muaraenim ini juga mampu menembus pangsa pasar Jakarta. Tapi saat duku melimpah, keuntungan petani surut.

0704.01.KAKI.HASSSKECAMATAN Ujan Mas, Kecamatan Muaraenim dan Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil duku berkualitas tinggi. Di daerah ini, pohon duku tumbuh subur dan memiliki buah yang lebat saat memasuki masa berbuah. Karena itulah, duku di tiga kecamatan ini menjadi duku andalan Kabupaten Muaraenim, bukan saja karena hasilnya yang melimpah melainkan rasanya memang lebih manis dari duku-duku asal daerah lain.

Namun demikian, bagi pemilik kebun duku, untuk musim buah duku di tahun 2015 ini harganya kurang menggembirakan. Petani hanya merasakan sebentar harga duku yang cukup mahal yakni di pengujung bulan Februari dan awal Maret lalu.
Saat itu, harga duku bisa dijual di atas Rp10.000 setiap kilogramnya, itu pun jumlahnya tidak terlalu banyak karena memang dukunya belum banyak yang masak. Akan tetapi saat ini harga duku di bawah Rp3.000 per kilogramnya. Itu pun kalau petani duku mau menjualnya dalam jumlah banyak. Terkadang dari petani duku hanya dihargai Rp2.000 per kilogramnya.

Andi Candra, SE, salah satu pedagang besar duku di Kecamatan Ujan Mas yang ditemui BeritaPagi menceritakan, pada musim duku tahun ini untuk Kecamatan Ujan Mas harga duku di petani cukup murah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kita hanya bisa beli Rp.2000 per kilogramnya, karena kita jual kembali hanya Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogramnya,” ujarnya.

Dikatakan Andi, turunnya harga duku tahun ini diakibatkan hampir semua daerah penghasil duku seperti Komering, Ogan komering Ilir, dan daerah lainnya semua dukunya berbuah dan musim panennya serentak. Tentu saja ketersediaan buah duku di pasaran melimpah ruah, di mana-mana penuh pedagang duku, hal ini menjadi penyebab jatuhnya harga duku.
“Kami setiap hari sedikitnya memberangkatkan 23-25 truk duku ke Jakarta yang dilepas di pasar sekitar Kramatjati. Kalau tahun sebelumnya jika duku itu dibawa ke Jakarta bisa mendapatkan untung berlipat, tapi tahun ini pedagang juga hanya bisa mendapatkan untung sedikit, pasalnya di sana juga duku daerah lain memadati pasar sehingga pedagang akan kembali bersaing siapa yang lebih murah dan lebih bagus dia yang cepat laku.

Kemudian, pedagang duku yang berangkat ke Jakarta pada tahun ini banyak tekor di ongkos angkutan. Jika tahun sebelumnya untuk satu peti ongkosnya berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000, tapi saat ini ongkos bawa duku ke Jakarta Rp20.000 per peti. Terkait harga BBM yang tinggi, sementara harga duku setiap peti itu dibeli dari petani hanya Rp35.000 hingga Rp40.000 ditambah harga peti Rp7.000, satu peti Rp42.000. Setelah di Jakarta dijual kembali dengan harga Rp60.000 atau paling tinggi Rp70.000 jika kondisi dukunya masih bagus, kalau sudah mulai menghitam tentu harganya akan turun lagi.

Namun, untuk pasaran duku di Jakarta, jika disebut duku Ujan Mas, Kabupaten Muaraenim, para pembeli di sana lebih memilih duku ini ketimbang duku daerah lain, mungkin karena rasa manisnya yang melebihi dari duku daerah lain.

Ditanya apakah ada solusi lain untuk bisnis duku ini, Andi mengatakan, sejauh ini belum ada yang melakukan pengolahan buah duku, semuanya masih dijual dalam bentuk aslinya yang dinikmati masyarakat dalam bentuk buah segar. Pemerintah sepertinya belum memikirkan untuk mengelolanya seperti buah-buahan lain yang dapat menghasilkan just sirsak, lemon, mangga yang sudah dalam kemasan. Padahal kalau bahan baku untuk Ujan Mas saja setia musim buah duku ratusan atau mungkin bisa ribuan ton buah duku dapat dihasilkan, karena di Kecamatan Ujan Mas, Muaraenim, Gunung, Megang dan daerah lainnya sangat banyak tanaman buah duku ini.

Sebagai daerah penghasil duku, warga sangat berharap ada investor atau ada solusi dari pemerintah untuk menciptakan teknologi yang bisa menjadikan buah duku dapat dinikmati dalam bentuk kemasan seperti buah-buahan lainnya.

Sementara bagi masyarakat yang memiliki modal kecil di musim buah duku saat ini tetap saja bisa ikut menikmati, dengan langsung membeli buah duku ke petani dengan harga murah. Kemudian duku-duku tersebut bisa dijual ke pasar atau memasang kedai di pinggir jalan untuk mendapatkan pembeli para pengendara mobil ataupun motor. Harganya pun cukup lumayan, saat musim seperti sekarang ini pedagang kedai bisa menghasilkan pendapatan Rp2.000 per kilogramnya, karena harga duku di pinggir jalan yang dikedaikan pedagang dihargai Rp5.000 per kilogram atau Rp10.000 per 3 kilogram.

Kalau melintasi jalan-jalan dari Ujan Mas hingga ke kota Muaraenim akan banyak terlihat kedai-kedai baik yang baru maupun kedai lama berderet di pinggir jalan. Para wanita dan ibu-ibu menjajakan buah duku di dalam kedainya dan meneriakkan “duku-duku”, atau “duku murah-duku murah” kepada setiap kendaraan yang lewat.

Hasil pantaun, biasanya kedai-kedai duku di pinggir jalan khususnya di Desa Kepur, Kecamatan Kota Muaraenim akan cukup ramai saat musim duku, karena banyak remaja berpasang-pasangan akan mampir dan bersantai sembari memakan duku di pinggir kedai-kedai tersebut. # nurul hudi

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pilpres, PBB Masih Netral, PAN-Hanura Solid Dukung 1 dan 2

Palembang, BP Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Palembang, Chandra Darmawan mengaku, hingga saat ini, PBB belum tentukan arah ...