Home / Sumsel / Banyuasin / Tantang Maut, Pelajar Bergelantungan di Angdes

Tantang Maut, Pelajar Bergelantungan di Angdes

0604.01.KAKI.HASBanyuasin, BP
Tanpa menghiraukan keselamatan, para pelajar Kecamatan Rambutan, Banyuasin bergelantungan di angkutan desa untuk pulang dan pergi sekolah, lantaran keterbatasan angkutan.

Sudahmenjadi pemandangan biasa jika, di sebagian daerah Kabupaten Banyuasin, angkutan kota atau angkutan desa sarat muatan pelajar hingga ke atas atap. Meskipun itu berisiko, tidak ada upaya dari dinas terkait mencegahnya. Padahal, jalan yang dilalui banyak yang rusak, belum lagi truk angkutan kerap lalu – lalang, sangat berbahaya bila ada pelajar yang jatuh dari angdes.

Baca:  Buruh OKI Demo, Tagih Janji UMK Tahun 2012

Dari pantauan Koran ini, Sabtu (4/4) lalu, puluhan siswa salah satu sekolah dasar di Kecamatan Rambutan menaiki atap angdes yang terbuat dari papan ketika pulang sekolah. Mungkin karena sudah terbiasa, mereka tampak riang menaiki
atap angdes agar bisa pulang ke rumahnya.

“Angdes nya cuma ini, kalau tidak ikut terpaksa naik ojek yang harga nya mahal. Yang penting sampai tidak apa-apa agak berdesakan,” kata Arfan salah satu murid SD asal Sungai Dua.

Baca:  Dirumahkan, Ratusan Buruh Demo

Karena, di dalam angdes tersebut, sudah penuh pelajar lainnya, sehingga mau tidak mau mereka terpaksa naik ke atap, ataupun bergantungan di pintu belakang angdes. “Angdesnya cuma dikit yang naik banyak, kalau mau dapat tempat duduk harus cepat, kalau telat terpaksa naik ke atap,” katanya. # mew

x

Jangan Lewatkan

PANGERAN PENGHULU NATA AGAMA MUHAMMAD AKIB (1868-1876)

“Pengulon” adalah semacam lembaga kementerian agama yang berfungsi mewakili sultan dalam memimpin tugas-tugas keagamaan di Kesultanan Palembang Darussalam pada waktu ...