Home / Headline / Atasi Macet Butuh Sikap Saling Menghargai

Atasi Macet Butuh Sikap Saling Menghargai

0204.01.KAKI.HASMasalah kemacetan lalulintas akibat kurang tertibnya pengemudi dalam berkendaraan seolah menjadi ciri khas warga kota metropolis. Kepedulian serta saling menghormati sesama pengguna jalan diyakini mampu mengatasi kemacetan.

PESATNYA pembangunan di Kota Lubuklinggau cukup berdampak terhadap meningkatnya volume kendaraan. Sejumlah akses jalan protokol pada jam sibuk dipadati motor dan mobil yang menimbulkan kemacetan. Diperparah dengan akses jalan yang menyempit akibat semrawutnya pengaturan parkir di Bumi Sebiduk Semare.

“Sudah sejak lama kalau melintas di Jalan Sudirman agak sulit karena macet. Saking banyaknya kendaraan parkir menumpuk, ada juga sejumlah pedagang yang berjualan di marka jalan. Jalan jadi sempit sehingga arus lalulintas macet,” kata Yadi (32), warga Kota Lubuklinggau.

Kendati berbagai rambu lalulintas dan sikap tegas sudah dilakukan polisi dan pihak terkait, tidak juga membuat jera pengemudi memarkirkan kendaraannya secara berlapis. “Susah juga sih, harus melalui kesadaran sendiri dari hati,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Lubuklinggau, Alha Warizmi, pernah berencana mengeluarkan kebijakan untuk mengatur penataan parkir di titik akses Jalan Garuda dengan menerapkan sistem parkir paralel. Namun, upaya tersebut terkendala karena kurangnya kesadaran oknum pedagang untuk menggeser lapak dagangan.

“Kondisi lahan parkir, khususnya di pasar Inpres sudah ditertibkan sejak pukul 07.00 setiap hari. Tapi, siang harinya terkendala dengan banyaknya pedagang yang membuka lapak hingga memenuhi trotoar,” ungkap Alha.

Kalau petugas parkir atau Dishub di lapangan melakukan langkah tegas dikhawatirkan timbul keributan. “Kalau petugas parkir menegur, dikhawatirkan terjadi keributan. Makanya saya minta kesadaran dari pedagang itu sendiri agar yang berjualan di atas trotoar hanya buka sore hingga malam hari saja,” tegasnya.

Untuk itu, tambah dia, kebijakan lainnya tengah direncanakan Dishubkominfo. Salah satunya mengubah sistem parkir bila volume kendaraan meningkat pada jam-jam sibuk secara pararel mulai dari taman kurma hingga ke simpang RCA. Termasuk penerapan atau pemilihan parkir di lokasi basement.

“Kalau mau rapi tentu harus memiliki basement. Masalahnya untuk membangun basement yang sesuai standar membutuhkan anggaran yang sangat besar. Saat ini kita masih belum memiliki anggaran,” timpalnya.

Disisi lain, pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa hari lalu, Dishubkominfo Lubuklinggau kemarin mulai menerapkan tarif angkutan baru terhadap angkutan kota (angkot).

“Untuk tarif angkot penumpang kita naikkan Rp500, penumpang umum saat ini tarifnya Rp4.500, mahasiswa Rp3.000 sedangkan siswa Rp2.500,” pungkasnya.#frans kurniawan

x

Jangan Lewatkan

Guru di Muba Belajar Sampai ke Australia

Perth, BP–Peningkatan kualitas guru dan implementasi kurikulum standar Internasional, bertahap mulai diterapkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Melanjutkan Lighthouse School ...