Home / Bisnis / Targetkan Kartu Flazz Tumbuh 20%

Targetkan Kartu Flazz Tumbuh 20%

Palembang, BP

Gencarnya gerakan non tunai yang digalakkan oleh Bank Indonesia (BI), direspons positif sejumlah bank, di antaranya Bank Central Asia (BCA), yang menargetkan pertumbuhan kartu Flazz hingga 20 persen pada tahun 2015 ini.

Kepala Kantor Cabang Utama BCA Demang Lebar Daun Oktovianus mengatakan, Flazz BCA ini serupa uang di dalam kartu yang bisa digunakan untuk transaksi. Hanya dengan menggesekkannya di Electronic Data Capture (EDC) maka transaksi sudah bisa berjalan lancar. Kartu yang dilabeli Flazz tersebut hanya bisa diisi (top up) maksimal Rp1 juta.

Baca:  GWM Dorong Peningkatan Ekspansi Kredit

“Jumlah kartu Flazz BCA yang beredar di tahun 2014 sekitar 25.000 lembar. Pertumbuhannya tercatat tidak terlalu tinggi meski permintaan terus ada. Kami targetkan ada pertumbuhan Flazz 15-20 persen di tahun ini, yakni dengan penambahan 5.000 lembar lagi dengan menyasar kampus dan umum,” katanya, Senin (30/3).

Flazz ini bentuk komitmen BCA terhadap program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dari BI. Saat ini memang masih masa edukasi untuk mendorong masyarakat menggunakan e-money. “Sementara untuk co branding secara lokal memang baru ke kampus MDP sebagai kartu mahasiswa, dan IGM yang saat ini sedang tahap proses,” katanya.

Baca:  BRI Sumbang 2.000 Buku Pintar Berhitung

Selain sebagai transaksi untuk pengganti membayar belanja atau transaksi lainnya, tambahnya, kartu tersebut dapat digunakan untuk membayar parkir. “Kita sudah sediakan di PTC Mall dan Hotel Novotel. Jadi selain untuk membayar transaksi seperti belanja, bayar sewa kamar, dan lainnya, kartu ini bisa digunakan untuk membayar parkir,” katanya.

Menurutnya, sebagai pengganti uang tunai, Flazz BCA tentu masih ada hambatan dalam perjalanannya di masyarakat. Tidak heran kalau banyak keluhan dari nasabah ketika kartu tersebut hilang yang artinya dana yang tersimpan juga turut hilang. Namun dia menegaskan, penghambat e-money secara umum antara lain karena minimnya penjualan, penggunaan, dan pengisiannya.

Baca:  Uang Kertas Rp1.000 Tak Lagi Dicetak

“Kita memang harus bisa menjaga kartu tersebut, karena tidak menggunakan PIN (Personal Identity Number) seperti kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Sementara untuk pengisian ulang, sudah kami sebarkan di beberapa titik lokasi yang strategis seperti ATM, Alfamart, dan lainnya,” katanya.pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Saldo Rekening Nasabah BNI di Palembang Jutaan Rupiah Raib

Palembang, BP Uang jutaan rupiah milik nasabah Bank Negera Indonesia (BNI) di Palembang yakni Sofyan dan Kiagus tiba-tiba saja raib. ...