Home / Bisnis / Khawatir Harga Elpiji 3Kg Berpotensi Naik

Khawatir Harga Elpiji 3Kg Berpotensi Naik

BP/ARRACHIM Agen elpiji Srijaya Setia Jalan Bay Salim, Sekip Palembang,Palembang, BP

Rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) yang akan mencabut subsidi elpiji 3 kilogram (kg), memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat kecil. Pasalnya, jika tidak disubsidi lagi harga elpiji melon bisa berpotensi naik seperti elpiji 12kg.

Walaupun pemerintah pusat sudah menyiapkan antisipasinya dengan memberikan bantuan nontunai Rp45.000/bulan, melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), disangsikan ketepatannya.

Warga Dwikora, Sumarsih mengatakan, sebagai pengguna elpiji 3kg pihaknya merasa keberatan jika subsidi dihapuskan. “Kami sebagai masyarakat kecil khawatir kartu yang nanti akan digunakan untuk membeli elpiji 3kg tidak tepat sasaran. Akhirnya jika subsidi dicabut, artinya harganya akan mahal,” ujarnya, Kamis (26/3).

Baca:  Impor Sumsel Meningkat

Warga lainnya, Fadil mengatakan, pemerintah harus jelas kepada siapa saja kartu tersebut disalurkan. “Untuk kita hal itu tidak berat, karena biasanya di rumah pakai 12kg. Tapi penyaluran kartu yang katanya untuk masyarakat miskin membayar elpiji 3kg itu harus tepat,” katanya.

Kebijakan distribusi elpiji secara tertutup akan diujicobakan di Bali, Batam, dan Bangka. Senior Supervisor External Relation PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel Alicia Irzanova menyatakan, pihaknya tidak dapat memberikan keterangan secara detail tentang teknis bagaimana cara pembayaran menggunakan kartu dan mengapa Bangka menjadi pilihan uji coba kebijakan tersebut.

Baca:  Taspen Berlakukan Klaim Otomatis

“Secara teknis itu pemerintah yang tahu, kita hanya menunggu konfirmasi saja. Secara operasional kita siap, dan yang menentukan adalah pemerintah,” katanya. Menurutnya, dalam hal ini PT Pertamina bertugas mendistribusikan elpiji 3kg. “Infrastruktur pendistribusian kita siap dan dapat tepat karena kita punya daftar agen, dan terpantau oleh sistem, sehingga kita tahu stok ada berapa. Jadi secara operasional kita siap,” katanya.

Baca:  Stok Daging di Kayuagung Aman

Untuk di Sumsel, Pertamina memiliki 105 agen dan sekitar 2.700 pangkalan elpiji. Namun menurutnya jika warung itu di luar sistem, dalam hal ini pemerintah pun punya kewajiban untuk melakukan pengawasan. “Kebutuhan elpiji 3kg per hari sekitar 500 metrik ton atau sekitar 66.500 tabung,” katanya.pit

x

Jangan Lewatkan

Tetap Setia Geluti Bisnis Ikan Hias

MEMASUKI area Jalan Beringin Janggut, Pasar 16 Ilir, Anda akan disambut dengan suasana khas pasar ikan hias. Di sisi kiri ...