Home / Palembang / Oknum Kondektur TM Curangi Pemberian Karcis

Oknum Kondektur TM Curangi Pemberian Karcis

Palembang, BP

Sejumlah penumpang Bus Rapit Transit (BRT) Trans Musi (TM) mendadak kaget sekaligus tidak menyangka dengan ulah beberapa oknum kondektur ini. Beberapa penumpang baru-baru ini mengeluhkan mengaku tetap bayar sesuai ongkos walau ada tidak mendapatkan karcis.
Rina (25), salah satu penumpang bus TM, kepada BeritaPagi, Selasa (24/3), mengatakan biasanya mendapat karcis dan membayar sesuai dengan yang tertera, namun akhir-akhir ini tidak mendapatkan karcis. Bahkan jika bertiga bersama teman-temannya seharusnya mendapat tiga karcis namun diberi dua karcis.
“Beberapa hari lalu saya pernah tidak diberi karcis, kata kondekturnya tidak apa-apa, bertiga dua karcis. Alasannya karena karcis sudah mau habis. Pernah juga saat ditanya karcis kondekturnya bilang lupa,” ucap Rina.
Tidak hanya Rina, Nisa (30) pegawai di salah satu Puskesmas di Kota Palembang ini mengakui kerap menemui hal serupa. “Sebenarnya kami tidak apa-apa, karena kami bayar dan diantar sampai ke lokasi, namun takutnya hal tersebut dapat merugikan perusahaan pengelola, ini kan angkutan umum milik negara,” ucap dia.
Direktur Operasional PT Sarana Pambangunan Palembang Jaya (SP2J) Ahmad Nopan ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya saat ini sedang berada di lapangan untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut.
“Kami sudah mendapatkan informasi tersebut, dan saat ini sudah ada temuan di lapangan. Sementara ini kami sudah periksa koridor Alang Alang Lebar – 16 dan Alang Alang – OPI,” ucap dia.
Dari hasil temuan tersebut, pihaknya menemukan oknum kondektur yang memberikan dua karcis pada tiga penumpang yang naik. Untuk saat ini kondektur dan supir akan dilakukan pemeriksaan internal pihaknya, jika memang sengaja dilakukan pihaknya akan bertindak tegas terhadap kelanjutan kerja kondektur nakal ini.
“Sebenarnya upaya seperti ini sudah beberapa kali dilakukan agar lebih menjaga disiplin dan kejujuran petugas di lapangan. Kami juga tidak ingin ada petugas yang curang, apalagi dalam hal pelayanan,” ucap Nopan.
Atas temuan tersebut, Nopan mengaku siap menerima laporan dari masyarakat jika di lapangan ada tindakan curang. Pihaknya bahkan tidak segan-segan memberhentikan petugas jika terdapat temuan yang disengaja.
“Untuk kejadian seperti ini, kami masih memeriksa petugas yang melakukan kecurangan. Kami masih mendalami apakah temuan ini memang disengaja, atau memang tidak disengaja atau lupa memberi karcis,” tukas dia. Oren

x

Jangan Lewatkan

Kemplang Tunu Beromzet Puluhan Juta

Siapa tak kenal makanan lokal satu ini. Meski tidak setenar pempek, nyatanya kemplang tunu sudah lama ada dan digemari. Bahkan ...