Home / Palembang / Hanya Ada 86 Kios di Pasar 10 Ulu

Hanya Ada 86 Kios di Pasar 10 Ulu

Palembang, BP

Revitalisasi Pasar 10 Ulu akhirnya rampung. Sebelum diresmikan awal April nanti, 86 pemilik kios dipastikan akan menempati pasar ini. Dari 183 kios sebelumnya yang terdata, hanya 86 kios inilah yang bakal menempati pasar tersebut.

Kepala PD Pasar 10 Ulu, Rully mengatakan pihaknya tidak bisa memasukkan semua pedagang yang terdata sebab kapasitas tidak memungkinkan. “Pedagang ini ada yang memiliki kios lebih dari satu, sehingga kami harus membagi rata kepemilikan kios satu orang satu kios,” kata Rully, dijumpai di Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Palembang, Rabu (18/3).

Baca:  Cari Lokasi Pasar Ikan Modern

Dijelaskan, pedagang akan segera berdagang di lokasi sambil menunggu peresmian dari Kementerian Perdagangan RI. Untuk pedagang yang masih memiliki hak memiliki kios maka akan dibangun kios dengan dana swadaya pedagang itu sendiri. Sehingga nanti bisa ditempati pedagang itu sendiri.

Rully juga menyebutkan, untuk lapak pasar sendiri pihaknya sudah menyediakan 336 meja, sehingga pedagang bisa dapat melakukan aktivitas perdagangangan. “Memang semua pedagang tidak semua masuk, karena kapasistasnya terbatas,” jelasnya.

Seperti diketahui, proses revitalisasi pasar ini berlangsung alot, dari rencana pembangunan selesai akhir 2014 namun baru kini mendapat angin segar akan dioperasionalkan.

Baca:  BOT Pasar 16 Ilir dan Kuto Diputus

Sejumlah pedagang yang berharap besar dengan proses revitalisasi ini bahkan harus menunggu beberapa bulan, dan berjualan seadanya bahkan merugi setelah direlokasi di kawasan 7 Ulu.

Setelah pasar selesai, namun nyatanya tidak semua pedagang yang mendapat hak penuh atas kios yang sebelumnya ditempati. “Pedagang ini awalnya sedikit, namun ketika akan dibangun, semua pedagang mucul dan pendataan memang saat itu masih belum baik,” timpal Rully.

Baca:  Renovasi Pasar 16 Ilir Telan Dana Rp25 M

Untuk retribusi dan keamanan serta kebersihan yang harus dibayar pedagang Rp7 ribu per hari, selama belum ada pelimpahan pengelolaan dari kementerian, pedagang tidak dipungut biaya sewa.

Pihaknya sendiri sebagai pengelola tidak mau berkomentar terhadap ukuran kios yang mengecil dari semula. “Mungkin itu urusan orang yang membangun, kami hanya yang mengelola,” jelasnya.

Salah satu pedagang yang tidak ingin disebut namanya, mengaku selain tidak kunjung operasional, ukuran kios yang dulunya besar saat ini dibangun mengecil. #ren

x

Jangan Lewatkan

Kemplang Tunu Beromzet Puluhan Juta

Siapa tak kenal makanan lokal satu ini. Meski tidak setenar pempek, nyatanya kemplang tunu sudah lama ada dan digemari. Bahkan ...