Home / Headline / Hama Menyerang Bersama Tingginya Hujan

Hama Menyerang Bersama Tingginya Hujan

Tingginya curah hujan berakibat fatal bagi berbagai tanaman, terutama jenis padi dan sayur-sayuran. Serangan hama sangat rentan terjadi.

 

Seorang warga menunjukkan sawahnya yang terserang hama busuk pangkal batang.

Seorang warga menunjukkan sawahnya yang terserang hama busuk pangkal batang. <bp/sidarta>

KABUT tipis disertai rintik hujan selalu menyertai hari-hari warga yang tinggal di kaki Gunung Dempo. Sesekali rintik hujan membesar sehingga membasahi bumi Pagaralam. Seiring dengan itu, warga Pagaralam yang mayoritas berprofesi sebagai petani tidak bisa dengan leluasa pergi ke sawah ataupun ke ladang sayur mereka. Di balik kegundahan sejumlah petani tidak bisa melakukan aktivitas, ada pekerjaan ekstra yang harus mereka lakukan. Tingginya curah hujan berdampak pada rentannya serangan hama, terutama tanaman padi.

Kondisi demikian terjadi pada sejumlah areal sawah di lima kecamatan se-Kota Pagaralam, seperti tanaman padi yang berada di ataghan (areal persawahan) Danau Alai, Dusun Mingkik Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, diserang hama busuk pangkal batang. Tak pelak tanaman padi warga yang sudah berumur lebih kurang tiga bulan banyak yang rusak dan tidak memberikan buah yang baik. Petani pun resah, soalnya serangan hama tersebut terbilang langka.

Kondisi yang sama juga menimpa puluhan hektar sawah milik warga di beberapa areal persawahan seperti di Dusun Batang Bange, Tanjung Payang, Perandonan, Kecamatan Pagaralam Utara diserang hama abangan dan blast. Lantaran serangan hama tersebut, tanaman padi yang ada menjadi rusak dan bisa mengancam gagal panen.

Tidak hanya itu, hama yang menyerang daun yang dinamakan hama putih palsu juga menimpa areal persawahan warga di Dusun Talang Jawa, Dusun Talang Sawah, dan Dusun Perandonan, Kelurahan Selibar, Kecamatan Pagaralam Utara. Pertumbuhan tanaman padi warga menjadi terhambat dan jika tidak segera dicarikan langkah penanggulangan bisa gagal panen.

”Pada umumnya kita menanam padi pada pertengahan Januari hingga akhir Februari. Sayangnya setelah ditanam, curah hujan sangat tinggi. Bahkan hampir setiap hari terjadi hujan. Hal ini berakibat buruk pada tanaman padi, soalnya padi sangat rentan terserang hama,” ungkap Wawan (31), petani padi di kawasan pertanian Pematang Bango, Kelurahan Curup Jare, Kecamatan Pagaralam Utara.

Menurutnya,  hama yang rentan terjadi seiring dengan tingginya curah hujan meliputi hama putih palsu yang menyerang daun, hama abangan, blast, ulat, hama busuk pangkal, dan berbagai hama lainnya yang mengancam pertumbuhan padi.

”Penanggulangan sudah kita lakukan dengan penyemprotan pestisida, namun karena curah hujan sangat tinggi serangan hama kembali muncul,” ungkapnya seraya berharap pihak terkait dapat membantu petani mencarikan solusi atas tingginya serangan hama di musim penghujan ini.

Menurut Wawan, selain rentan terhadap serangan hama, musim penghujan yang berkepanjangan juga sangat merugikan petani. Hujan yang selalu terjadi juga mengakibatkan petani tidak bisa melakukan aktivitas di sawah atau ladang, sehingga banyak waktu yang terbuang percuma. ”Kalau hujan seperti ini bagaimana kita bisa kerja di sawah,” katanya.

Ungkapan senada disampaikan Sangkut (52), petani padi di ataghan Danau Alai, Kecamatan Dempo Selatan. Warga sangat berharap pihak terkait dapat memberikan solusi secepatnya. Jika tidak, petani khawatir, penyakit busuk batang yang menyerang sawah di Kecamatan Dempo Selatan akan terus merambat ke tanaman padi milik petani lainnya hingga akhirnya berimbas pada jumlah produksi padi di kawasan itu. “Pemerintah cepat datang, tolonglah kami petani kecil ini. Kami tak mengerti apa-apa tentang penyakit ini,” katanya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kota Pagaralam Prima Dina Razak melalui Kabid Penyuluhan Ade Dwi Rahmayati tidak menampik jika tingginya curah hujan berdampak pada rentannya serangan hama. Sebagai langkah penanggulangan, pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi areal persawahan yang terkena berbagai serangan hama dan penyakit tanaman padi tersebut.

”Monitoring lapangan yang dilaksanakan untuk melihat berbagai kendala yang dihadapi petani, terkait berbagai serangan hama dan penyakit tanaman,” katanya.

Menurut Ade Dwi Rahmayati, pihaknya akan segera memberikan penyuluhan kepada petani, terutama mengenai cara pengendalian berbagai hama yang rentan terjadi pada musim penghujan seperti sekarang. ”Kita mengimbau kepada petani untuk selalu mewaspadai hama dengan sedini mungkin mengetahui adanya hama dan segera melakukan penanggulangan. Dengan demikian hama yang ada tidak cepat menyebar,” katanya. #sidarta

x

Jangan Lewatkan

Guru di Muba Belajar Sampai ke Australia

Perth, BP–Peningkatan kualitas guru dan implementasi kurikulum standar Internasional, bertahap mulai diterapkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Melanjutkan Lighthouse School ...